Insinyur CTU Bikin Bio Bata Dari Air Seni!

Dr. Dyllon Randall, bersama mahasiswa S2-nya, Vukheta Mukhari dan Suzanne Lambert menunjukkan bio bata dari air seni. Dok : Miami Herald.

Cape Town – Para insinyur di Universitas Cape Town (CTU), Afrika Selatan menemukan air seni, atau kencing bias dimanfaatkan menjadi bata. 100 kali kencing bisa menghasilkan satu bio bata, yang menggantikan batu bata bagi pembangunan gedung atau rumah. Mau?

Para ilmuwan menyebut air seni sebagai “emas cair” yang suatu saat begitu bernilai. Air seni bisa diubah menjadi sesuatu yang solid, bio bata, dengan menubuhkan karang  dari hasil campuran pasir dan bakteri khusus.

“Banyak potensi untuk penerapan proses di dunia nyata, sehingga air seni menjadi  begitu berharga secara komersial,” ujar Suzanne Lambert,  mahasiswi  magister teknik sipil, salah satu penemu cara menumbuhkan air seni, pasir dan bakteri menjadi  bio bata, atau batu bata.

“Urine akan bisa menghasilkan rumah dan gedung-gedung. Saya tak sabar menunggu dunia siap untuk ini,” tambah Suzanne, bersemangat. Bio bata ini awalnya membetuk kapur, dan semakin kuat ketika bakterinya s tumbuh dengan baik.

“Semakin lama bakteri membuat semen perekat, semakin kuat produk yang akan dihasilkan. Kami bisa mengoptimalkan proses itu,” kata Dyllon Randall, pimpinan proyek penelitian. Pertama, tentu saja air seni harus dikumpulkan. 100 kali kencing, bisa menghasilkan 25-30 liter air seni, dan bisa menjadi bahan satu bio brick, atau  bata bio.

“Kami sejauh ini hanya memakai air seni pria sebagai donator, yang menghasilkan 200-300 mililiter setiap kali mereka kencing,” kata Dr Randall. Kemudian, air seni dicampur pada pasir lepas, plus bakteri yang dibiarkan saja pada suhu kamar.

Selama proses , bakteri menghasilkan enzim yang disebut urease, yang memecah urea dari urine dan menciptakan kalsium karbonat – sebuah reaksi kompleks yang mengeraskan seluruh campuran, menyemennya menjadi bentuk batu yang kuat.

“Pada dasarnya sama dengan karang yang dibuat di lautan,” kata Randall. Proses membuat satu bata bio dari bahan urine ini sekitar 4-6 hari. Tapi semuanya dalam proses alamiah dan tak memerlukan bahan bakar dan tak menyisakan limbah.

Bandingkan jutaan batu bata dibuat di seluruh dunia dengan proses bakar di ruang bakar pada suhu 1.400 derajat celcius. Berapa banyak bahan bakar – umumnya kayu bakar – dipakai, serta karbon dioksida terpapar dalam udara bebas.

Pembuatan bio bata ini sebenarnya bukan ide baru, namun sejauh ini baru Randall cs dan Universitas Cape Town yang  berhasil mewujudkannya dalam bentuk nyaris sempurna. (yan/Miami Herald)