Indonesiana : Tugu Anti Korupsi (yang) Dikorupsi!

BUMOE 02 Nov 2018
Indonesiana : Tugu Anti Korupsi (yang) Dikorupsi!
Peresmian Tugu Anti Korupsi di Pekanbaru, Riau. foto dok : Potret/google

Pekanbaru – Ini hanya ada di Indonesia, yang kelihatannya mencerminkan sekali perilaku (adab & moral) politikus dan pejabat pemerintahnya. Sebuah tugu yang dibangun sebagai tonggak peringatan anti korupsi di Kota Pekanbaru, malah dikorup pejabat dan kaki tangannya.

Bahkan, sudah 18 orang jadi tersangka perkara korupsi tugu anti korupsi di ruang terbuka hijau (RTH) di Pekanbaru ini, enam sudah divonis, tiga dalam tahap II dan Sembilan tersangka lainnya belum ditahan.

“Totalnya ada 18 orang. Dari jumlah itu, 6 orang sudah divonis, 3 orang lagi kemarin sudah tahap II. Sisa sekarang 9 tersangka lagi yang belum ditahan,” kata Humas Kejati Riau, Muspidauan seperti ditulis detikcom, Jumat (2/11/2018).

Menurut Muspidauan, 9 tersangka ini proses pemberkasannya masih belum rampung. Pihaknya masih menunggu proses persidangan 3 tersangka yang kini sudah diserahkan ke penuntut.

“Untuk 9 orang itu, kita akan melihat proses jalannya persidangan untuk tiga tersangka yang sudah kita limpahkan ke penuntut,” kata Muspidauan. Dari perkembangan di persidangan, nanti akan dilihat sejauh mana keterlibatan 9 tersangka lainnya. Karena dalam kasus korupsi berjemaah ini, masing-masing orang memiliki peran yang berbeda.

“Kan ada peran yang turut serta, ada peran yang mungkin membantu. Nah itu kita lihat nanti dalam persidangan untuk tiga terdakwa nanti, karena nantikan keterangan di persidangan menjadi alat bukti buat kita,” kata Muspidau.

Proyek RTH ini menelan dana APBD Provinsi Riau sebesar Rp 8 miliar. Pembangunan RTH yang juga ada tugu anti korupsi ini dibangun tahun 2016 lalu oleh Dinas PU Riau. Ada dua lokasi RTH yang dibangun. Untuk kasus yang dikorupsi adalah RTH eks Kantor Dinas PU Riau di Jl A Yani Pekanbaru. RTH kedua pada tahun anggaran yang sama dibangun di eks permainan anak Kaca Mayang, Jl Sudirman, seberang Kantor Wali Kota Pekanbaru.

Untuk RTH kedua, awalnya juga terendus aroma korupsi yang sama. Tapi belakangan, tidak dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Kasus korupsi tugu anti korupsi ini sempat menjadi perhatian publik. Malah peresmiannya diihadiri KPK. (yn/dtc)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya