Imran Khan Digulingkan dari PM Pakistan

Imran Khan
Imran Khan

Islamabad – Imran Khan, mantan pemain base ball yang terjun ke politik dan kemudian menjadi Perdana Menteri (PM) Pakistan, Sabtu (9/4/2022) tengah malam digulingkan oleh parlemen melalui mosi tidak percaya.  Imran Khan menuding ada kekuatan asing di balik penggulingannya itu.

Media local melaporkan, sesaat sebelum pemungutan suara atas mosi tidak percaya, ketua Majelis Nasional (majelis rendah parlemen Pakistan), Asad Qaiser, mengundurkan diri. Senada dengan Khan, Asad mengaku “tidak dapat berpartisipasi dalam konspirasi asing untuk menyingkirkan Khan.”

Sebelumnya – Minggu lalu – wakil ketua parlemen Pakistan menolak mosi tidak percaya pada Khan, menyebutnya inkonstitusional. Tak lama kemudian, presiden, atas saran PM Khan saat itu, membubarkan parlemen. Keputusan untuk membatalkan mosi tidak percaya dan membubarkan parlemen menyebabkan ketidakpuasan di antara partai-partai oposisi, yang menentang keputusan itu di pengadilan. Partai-partai oposisi menyalahkan pemerintah Khan karena melonjaknya inflasi, sementara Khan mengatakan bahwa para pemimpin oposisi berusaha menyingkirkannya karena dia tidak mau menerima tuduhan korupsi mereka.

Pada akhir Maret, Khan dalam pidato TV mengatakan ada bukti keterlibatan As dalam penggulingan dirinya. Itu karena sikap keras Pakistan di PBB, dan dianggap mulai mencoba mendekati China serta tidak menutuk aksi Rusia di Ukraina.

Imran Khan sempat mengunjungi Moskow pada akhir Februari lalu, yang membuat AS dan Barat marah. Di bawah Khan, Pakistan juga terlihat lebih “damai” dengan India sekarang. “Barat menginginkan kita konflik terus dengan sesama, mereka mengambil keuntungan dari lemahnya kita (asia),” ujarnya.

Pada 1 April, media melaporkan bahwa intelijen Pakistan telah mengungkap rencana untuk membunuh Khan. Sebelumnya, presiden partai berkuasa Tehreek-e-Insaf mengklaim bahwa Khan menjadi sasaran konspirasi karena penolakannya untuk  menjadi “budak” barat.

Adalah Mahkamah Agung Pakistan, yang  secara sensasional memutuskan bahwa pemerintah telah bertindak secara ilegal dengan membubarkan parlemen. Atas keputusan MA itu, parlemen langsung bersidang tengah malam, dan menurunkan Imran Khan dari kursi Perdana Menteri, bahkan oleh partainya sendiri. (ianblaga/**)