Ilmuwan: Virus Corona Bisa Bunuh 65 Juta Orang tahun 2020!

Pasien Virus Corona terus bertambah di Cina. (Foto: CR From Alami News)
Pasien Virus Corona terus bertambah di Cina. (Foto: CR From Alami News)

Dr Eric Toner, pakar kesehatan senior di Johns Hopkins Center for Health Security, AS, mengatakan 65 juta orang bisa tewas tahun 2020 ini, bila penyebaran virus Corona tak bisa dihentikan. Ia bersama timnya memprediksi berdasarkan pemodelan pandemi hipotetis di komputer, sebagai bagian dari penelitian, pada Oktober tahun lalu.

“Paling lambat 18 bulan seluruh dunia akan dijangkiti virus ini, dan 65 juta orang bisa mati,” katanya. Sejauh ini penyakit yang sangat menular itu telah menewaskan 26 orang di China, dan menyebar ke seluruh dunia dengan lebih dari 1.000 kasus, hingga berita ini diturunkan. Dr Eric Toner mengaku tidak terkejut dengan cepatnya virus ini menyebar.

Lihat Juga: 26 Meninggal, Seluruh Dunia Dihantui Virus Corona!

“Sejak berita virus ini Desember lalu di Wuhan, saya sudah lama berfikir bahwsa virus yang paling mungkin menyebabkan pandemik ya virus corona ini,” katanya.

Virus Corona. (Dokument John Hokpkins University)
Virus Corona. (Dokument John Hokpkins University)

Sebabnya adalah orang awalnya menganggap penyakit ini hanya flu biasa, lebih ringan dari SARS, jadi kemudian menyebar dengan cepat, katanya. Virus corona memang menyerang saluran pernafasan, sehingga gejalanya terlihat seperti pneumonia atau pilek biasa.

Agak berbeda dengan SARS, yang memiliki gejala hampir serupa, dan sempat merenggut 775 nyawa di China pada tahun 2000-an lalu.

Simulasi komputer Dr Toner menunjukkan bahwa setelah enam bulan, hampir setiap negara di dunia akan terdampak kasus virus corona. Dalam 18 bulan, 65 juta orang bisa mati. Wabah bermula di Wuhan, kini menyebar sampai ke Amerika dan Eropa.

Virus telah menyebar ke seluruh belahan dunia! (Foto: Cr Alami News)
Virus telah menyebar ke seluruh belahan dunia! (Foto: Cr Alami News)

AS, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Vietnam, Singapura, Hong Kong, Makau, dan Nepal, serta Inggris dan Perancis telah mengkonfirmasi adanya pasien terdampak virus ganas ini.

China sendiri telah mengisolasi Wuhan, membatalkan semua penerbangan dari dan ke Wuhan. Air Asia yang memiliki destinasi popular ke China membolehkan konsumen menukar tiket perjalanan mereka. Shanghai Disneyland hingga tembok Cina ditutup, dan tentara dikerahkan untuk berjaga jaga di seluruh daratan China. Mirip perang nuklir sudah China.(yan/Dailymail)