Ilmuwan: Usai Era Dinosaurus, Bumi Juga Pernah Dihantam Komet Raksasa

BUMOE 03 Feb 2018
Ilmuwan: Usai Era Dinosaurus, Bumi Juga Pernah Dihantam Komet Raksasa
Ilustrasi Getty Image/Science Photo Library RF

Hampir 13.000 tahun lalu, Bumi pernah ‘kiamat’, akibat jatuhnya ribuan asteroid yang membentuk bola api raksasa. Waktu itu, asteroid berdiameter hampir 100 km, memasuki atmosfier bumi sehingga menimbulkan ledakan dan gelombang kejut di atas 10 persen permukaan bumi, yang memporak porandakan dan memusnahkan kehidupan di planet ini.

Langit hitam, debu menghalangi sinar matahari, dan suhu dengan cepat turun drastis, menyebabkan tanaman mati dan gletser es muncul di mana-mana. Era menuju zaman es. Dan, pada masa itu, konon ada manusia di permukaan planet ini, yang dengan penuh histeris meyaksikan semuanya, sebelum mereka mati.

Menurut penelitian baru, ada fragmen komet pecah yang tersebar di permukaan kerak bumi. Komet ini, yang jatuh ke bumi sekitar 12.800 tahun lalu, memicu ledakan yang lebih besar dari era punahnya dinosaurus. Studi baru tentang marka geokimia dan isotropik melibatkan 24 peneliti. Mereka sepakat dampak kosmik 12 ribuan tahun lalu itu, meninggalkan konsentrasi platinum yang tinggi di belahan bumi utara. Ini sangat dekat ke masa kita, dibandingkan era kepunahan Dinosaurus, yang diperkirakan 165 juta tahun lalu.

Kepunahan dinosaurus akibat asteroid, 165 juta tahun lalu. (Ilustrasi Getty Images)

Kepunahan dinosaurus akibat asteroid, 165 juta tahun lalu. (Ilustrasi Getty Images)

Penemuan sejumlah artefak, termasuk di inti es di lembah Pulau Greenland, membuktikan Greenland sebagai bagian dari dampak kosmik tersebut. “Penelitian ini mencakup pengukuran yang dilakukan di lebih dari 170 lokasi berbeda di seluruh dunia,” kata Adrian Melott, Profesor Fisika & Astronomi dari Universitas Emeritus, Kansas.

“Hipotesisnya adalah bahwa sebuah komet besar terfragmentasi dan potongan-potongan, telah menyebabkan bencana besar di bumi, 12.800 tahun lalu,” tambahnya.

Sejumlah bukti kimiawi yang berbeda, karbon dioksida, nitrat, amonia, dan lainnya, menunjukkan bahwa 10 persen permukaan tanah di lokasi itu berbeda dengan lokasi lain. “Sekitar 10 juta kilometer persegi bumi terdapat unsur akibat pembakaran luarbiasa,” katanya.

Menurut para peneliti, sisa-sisa komet purba bagian dari yang menerobos ke atmosfier bumi, kemungkinan masih berada di tata surya kita, saat ini. (yan/daily mail)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya