Ilmuwan : Robot ‘Superhuman’ akan Ungguli Manusia!

BUMOE 02 Feb 2019
Ilmuwan : Robot ‘Superhuman’ akan Ungguli Manusia!

Luca De Ambroggi, ilmuwan peneliti Artificial Inteligen (AI/Kecerdasan Buatan) mengatakan, kurang dari 50 tahun lagi, robot akan menggantikan manusia dalam berbagai fungsi kehidupan. “Kita punya kelebihan dalam berfikir. Namun saat ini saja, perangkat elektro-mekanis bahkan telah mengungguli manusia dalam hal kepekaan dan waktu reaksi. Kamera hingga pengenalan audio, robot hampir mendekati kemampuan manusia,” katanya.

Menurutnya, dalam 50 tahun lagi – atau bahkan kurang – robot akan bekembang menjadi “superhuman”, yang akan mengungguli manusia dalam beberapa hal, dan yang pasti “keabadian” atau lebih panjang umurnya.

Karena itu, ia mengingatkan agar para ahli IT lebih hati-hati, bahkan sebaiknya harus mencegah mesin berada dalam posisi untuk menggantikan kita, manusia. “Kita telah membuat supercomputer, sistem auto hingga robot yang bisa membantu di jalur produksi perakitan, hingga kehidupan ril manusia. Dan ini tampaknya akan terus berkembang sesuai daya kreatif manusia yang ditunjang kepentingan bisnis,” ujarnya.

Pertanyaan jangka panjangnya, bisakah manusia diganti dalam tataran sosial hingga soal rasa? “Kecerdasan buatan telah berkembang lebih dari yang kita duga. Bahkan indera manusia yang ‘terbatas’ bisa dikembangkan menjadi lebih baik pada robot,” katanya.

Ketakutan paling utama, adalah dampak dalam bidang tenaga kerja, disiplin, keamanan data hingag pergaulan sosial manusia.

“Era ini adalah generik – semua perusahaan, bahkan negara berlomba mengembangkan AI. Bukan tak mungkin dalam 10 tahun lagi, robot akan mampu menggantikan semua fungsi manusia, yang semakin malas akibat dimanjakan perangkat auto/IT yang membantu sekaligus lebih menghibur,” paparnya.

Bahkan Ambroggi mengatakan, saat ini sedang dikembangkan system penginderaan elektronik dengan dukungan semikonduktor, bagi kemampuan untuk melihat, mendengar, menyentuh, serta mencium dan merasakan dengan teknologi MEMS terbaru hingga melebihi, minimal menyamai semua fungsi yang ada pada manusia.

Luca Ambroggi. dok : Express

“Kita harus kembali ke etika – yang hanya ada pada manusia tapi sayangnya sudah ditinggalkan terlalu jauh –. AI,  robot  atau  perangkat yang digerakkan oleh AI, akan meningkatkan bisnis dan kekayaan di seluruh dunia. Dan ini akan terus berkembang sesuai dengan peningkatan gaya hidup capitalism global di planet ini,” katanya.

Ambroggi menduga, robot suatu hari akan memiliki kemampuan dan kesadaran, sehingga bisa  dianggap sebagai makhluk hidup yang independen. “Mungkin dalam 50 tahun ke depan. Akan tetapi melihat loncatan teknologi, bahkan bisa lebih cepat lagi,” ujarnya.

Ia juga menduga kecerdasan dan perasaan bisa digabungkan antara teknologi IT yang membuat Implan AI-Chip, yang bisa dikategorikan sebagai humanoid hibrida. “Mirip teknologi transportasi, yang pernah dikhayalkan dalam film science fiction, lalu jadi nyata. Begitu pula humanoid, kelihatannya akan menjadi kenyataan dalam 50 tahun lagi,” sebutnya.

“Manusia super, robot humanoid, saya khawatir dengan peradaban manusia bila membayangkannya di 50 tahun mendatang,” paparnya. Ambrogi menilai, upaya mengambil keuntungan bisnis akan menjadi boomerang saat manusia tidak lagi memiliki kekuasaan atas bumi tempat tinggalnya, yang akan dkuasai superhuman, ya robot humanoid yang jauh lebih cerdas, kuat dan disiplin.

“Semoga tidak terjadi. Tapi sebenarnya bahkan manusia saat ini secara tidak langsung sudah dikuasai robot, melalui perkembangan teknologi multimedia, media sosial  dan teknologi mikro yang menakjubkan, jauh meninggalkan peradaban kemanusiaan,” katanya. (yan/ekpress)

 

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya