Ilmuwan NASA : Big Rip Picu Kiamat Jagad Raya

BUMOE 17 Feb 2019
Ilmuwan NASA : Big Rip Picu Kiamat Jagad Raya

Big Rip tidak saja terjadi di bumi, yang dikenal dengan pembalikan kutub, yang berbahaya bagi keselamatan makhluk planet bumi. Tapi Big Rip juga terjadi di sistim antar galaksi. Asisten Direktur Science NASA, Michelle Thaller mengungkapkan dark energy – energy hitam – dapat menciptakan Big Rip, yang bisa memicu kiamat jagad raya.

Sudah lama dark energy membingungkan para ilmuwan. Ia berperan penting dalam pembentukan alam semesta, Big Bang. Thaller mengasumsikan nodel standar kosmologi saat ini benar, maka ia memastikan sekitar 68 persen dari seluruh energy yang ada di jagad raya terdiri dari dark energy.

Galaksi Andromeda. dok : googlle

Galaksi Andromeda. dok : google

Thaller sebenarnya juga seorang astronom, yang mempelajari bintang-bintang biner dan siklus hidupnya. “ Baru-baru ini, kami telah mengukur bahwa alam semesta tidak hanya berkembang tetapi juga mengalami percepatan. Dan kecepatan ekspansinya tetap konstan,” tandasnya.

Alumni Universitas Harvard ini merinci bagaimana NASA mencoba pemodelan Big Rip alam semesta, di mana dark energy juga berperan amat penting. “Mungkin suatu saat, kekuatan ekspansi antar galaksi begitu kuat, dan galaksi kita mulai “terlepas,” katanya.

Bila itu terjadi, planet-planet bisa bertabrakan, juga dengan mataharinya sendiri. Kekuatannya membuat atom-atom, besi, batu, termasuk bagian tubuh manusia, bisa lenyap tanpa bekas dalam sekelip mata. “Kami menyebut ide ini Big Rip dan itu bisa menjadi akhir dari jagat raya,” katanya.

“Kami tidak tahu kapan ini akan terjadi, tapi kami memiliki banyak fakta dari penyelidikan terhadap dark energy ini,” ungkapnya. Wanita berusia 49 tahun ini juga sebelumnya pernah mengingatkan hal yang sama. Ia memaparkan teori bagaimana 4,5 milyar tahun (bumi) ke depan, akibat dark energy, gakalsi Andromeda akan bertabrakan dengan Milky Way/Bima Sakti (di mana tata surya kita berada).

Galaksi Andromeda. dok : google

Andromeda berbeda, karena cukup dekat dengan Bima Sakti, gravitasi antara keduanya akan  menyatukan kedua galaksi ini,” katanya. “Kami melihat ini di seluruh alam semesta – ada kelompok di mana galaksi cukup dekat sehingga mereka bergabung dan bertabrakan. Ini bagian dari instrument intervensi dark energy, bagian dari  mati dan muncul sebuah galaksi baru yang lebih besar,” ujarnya. (yan/Express).

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya