Ilmuwan Hitung Jam Kiamat, Di Tengah Wabah Corona

Jam mundur (bumoe.id)
Jam mundur (bumoe.id)

Apakah wabah seperti Corona virus akan mengakhiri kehidupan manusia di dunia? Ternyata, nuklir tetap jadi senjata menakutkan, yang bisa membuat kiamat di bumi, selain tubrukan asteroid atau bencana alam lainnya. Tahun ini, jam kiamat mendekat ke 100 detik jelang “tengah malam”.

Para ahli di seluruh dunia menggunakan analitik prediktif untuk membawa beberapa fakta untuk memperhitungkan kemungkinan wajah dan peradaban umat manusia di masa depan. Persamaan matematika yang digunakan mencakup berbagai teknik statistik, mulai dari masukan data, pemodelan prediktif, dan komputasi, yang menganalisis fakta terkini dan historis untuk membuat prediksi tentang peristiwa mendatang.

Fisikawan Amerika Michio Kaku menerbitkan jurnal baru The Unxplained History-nya, yang berjudul ‘Memprediksi Akhir Dunia’, dan data ini bahkan menjadi pijakan para pemimpin dunia maju hingga pebisnis.

Michio Kaku, fisikawan AS. (Dok: Google)
Michio Kaku, fisikawan AS. (Dok: Google)

“Analitik prediktif adalah cara ‘mentereng’ untuk melihat data dan mencari tahu mengapa sesuatu terjadi,” katanya. Dan Negara, perusahaan hingga perbankan, tinggal mengambil prediksi ilmuwan tanpa harus melakukan pengolahan data sendiri, yang tentu saja amat mahal.

Baca juga: Paranormal AS: WW3 Akhir 2020, Dunia hancur!

“Dan bila kamu salah prediksi, kamu ke kiri ketika kamu harus ke kanan,  maka kamu bangkrut,” tambahnya. Dan prediksi ilmiah ini ditunjang pula oleh fikiran jauh ke depan.

Profesor psikologi kognitif, Anne Cleary, merinci bagaimana pikiran kita menggunakan teknik serupa untuk membuat keputusan brilllian. “Analitik prediktif beroperasi sangat mirip dengan cara otak kita bekerja. Pikiran kita dilengkapi untuk membuat prediksi tentang masa depan berdasarkan pengalaman masa lalu kita,” katanya.

Berita sebelumnya: “Jam Kiamat” Bergeser 30 Detik, 2 Menit Jelang Kiamat

Doomday Clock chart. (Redesign by bumoe.id)
Jam Kiamat. (Redesign: Bumoe.id / Sumber Google Image)

Mereka beroperasi sangat mirip, pada kenyataannya, algoritma pembelajaran mesin—jenis yang melakukan analitik prediktif—sering disebut model jaringan saraf, karena mereka dirancang untuk meniru cara kerja neuron dalam otak kita.”

Maka, dengan menganalisi apa yang telah terjadi, ilmuwan mencoba ‘meramal’ akhir dunia. Profesor ilmu saraf di Universitas Northwestern, Julia Mossbridge, mengatakan prediksi berdasarkan data masa lalu bisa berharga untuk memahami apa yang ada di depan.

Jam kiamat. (Bangkok Post)
Jam kiamat. (Bangkok Post)

Bahkan, para ahli mengambil data dari berbagai kitab suci, yang oleh para penganutnya sendiri diklaim mengarah kepada akhir dunia. Wabah, perang, dan kekacauan telah ditulis dalam berbagai kitab suci, yang menunjukkan kejadian masa lalu, dan prediksi akan masa depan manusia.

Wabah belalang, hingga Corona virus, serta kebakaran hutan—walau secara samar—telah ditunjukkan dalam ayat ayat di kita suci, baik Samawi maupun Hindu, agar manusia bersiap menghadapinya.

Kembali ke jam akhir dunia, ilmuwan menetapkan  tahun ini jam kiamat 100 detik menjelangpukul 12.00 malam, 20 detik llebih cepat dari dua menit, seperti yang ditetapkan Januari 2019 lalu.

100 detik dalam pendekatan waktu jam kiamat, yang berbanding begitu dekat ke jam 12.00, jam kiamat yang ditetapkan para ilmuwan. Nuklir, global warming, dan tubrukan asteroid menjadi masukan hitung terkuat. Bukan wabah Covid-19, yang kini telah menginfeksi lebih satu juta manusia itu.(red/ekpress)

 

—-

Baca berita lainnya tentang kiamat dan nuklir. Ikuti berita Covid-19.