Ilmuwan: Gurita ber-DNA Aliens!

Ilustrasi gurita. (Oleh Benhinman)
Ilustrasi gurita. (Oleh Benhinman)

Octopus, alias gurita dikenal sangat cerdas. Bisa membuku tutup toples, lalu menutupnya kembali! Mereka juga mampu “mengedit” tubuh mereka sendiri, atau menggaruk-garuk kepala.

Evolusi genetika bumi tak berjalan secepat itu, bahkan secerdas itu, apalagi bagi hewan laut. “Ini kemampuan biologis dari luar angkasa,” sebut para ilmuwan. DNA yang dibawa jutaan comet dan asteroid, yang menubruk bumi, jutaan hingga mliyaran tahun lalu, danmasih terus menghujami planet bumi hingga kini?

Para ahli beberapa waktu lalu menemukan bukti gurita, sotong, bahkan beberapa cumi-cumi, secara teratur menyunting RNA mereka. RNA itu serupa pada DNA manusia. Ini jelas membedakan mereka dengan hewan lainnya, bahkan hewan darat.

Gurita terkenal cerdas. (Foto dok: google)
Gurita terkenal cerdas. (Foto dok: google)

RNA, seperti DNA, mencatat kode genetik. Tapi bila DNA molekul beruntai ganda, RNA hanya terdiri dari satu untai. Perannya dalam tubuh kita adalah untuk mengirimkan informasi genetik untuk memicu produksi protein.

Namun beberapa ilmuwan malah menduga, RNA adalah rangkaian molekul asli, sebelum jadi DNA,  bertindak sebagai gudang kode genetik permanen di antara organisme paling awal Bumi.

Para peneliti menemukan 60 persen RNA dalam sistem sarafnya telah diedit setelah diprogram oleh DNA. Perubahan ini menyesuaikan otaknya dengan perubahan suhu di habitat lautnya. Tahun lalu, ditemukan dua spesies gurita dan salah satu cumi-cumi melakukan hal yang sama – secara rutin!

“Ini menunjukkan bahwa tingkat penyuntingan RNA yang tinggi  dari penemuan cephalopoda coleoid,” kata peneliti Laboratorium Biologi Kelautan AS, Joshua Rosenthal.

Asal usul kehidupan di Bumi merupakan salah satu soal yang paling sulit bagi ilmu pengetahuan untuk dipecahkan. Kita tahu banyak unsur kimia dan biologi terlibat, tapi bagaimana menyatukan semuanya menjadi makhluk hidup yang beragam, dalam proses yang memakan waktu jutaan tahun?

RNA, pembentuk identitas awal kehidupan sebelum DNA, asal muasal kehiudpan di bumi. (Dok: Google)
RNA, pembentuk identitas awal kehidupan sebelum DNA, asal muasal kehiudpan di bumi. (Dok: Google)

Kini para ilmuwan mempelajari perkembangan biologi molekuler, dari kemajuan biofisika dan IT untuk  mencari asal usul kehidupan di planet bumi. sebuah artikel yang ditelaah oleh rekan sejawat yang diterbitkan dalam jurnal sains Kemajuan Biofisika dan Biologi Molekuler mengaduk asal-usul kehidupan. Setidaknya ada 33 ilmuwan yang kini bergelut, untuk mencoba mencari dasar fakta mengenai munculnya kehidupan di bumi, dimulai dari munculnya air, sumber utama dan penting kehidupan di planet, selain energi panas matahari. (yan/news.com.au/*)