Ilmuwan Belum Tahu Bagaimana COVID-19 Tertular Pada Anak

Ilmuwan belum tahu bagaimana COVID 19 menginveksi anak-anak. dok : getty

Sejak awal kemunculannya di Provinsi Hubei, China, penyakit dari virus Corona (COVID-19) menyerang orang dewasa. Virus yang lengkapnya disebut SARS CoV-2 dalam bahasa kedokteran ini telah menginfeksi hamper 90.000 orang di seluruh dunia, dan kebanyakan memang orang tua dan dewasa.

“Studi yang ada menunjukkan orang paling beresiko kena COVID-19 adalah orang tua, apalaghi yang memiliki riwayat penyakit lain,” ujar Marc Lipsitch, ahli epidemologi dari Harvard University.

Memang ada anak-anak yang terkena, dalam jumlah yang sangat sedikit, namun para ahli belum tahu bagaimana virus ini mengembangkan dirinya atau menginfeksi anak-anak. “Tidak banyak yang kita ketahui perilaku virus ini berkembang, bersarang pada mereka (anak-anak),” katanya.

Ilmuwan hanya mengingatkan virus ini “suka” pada orang tua, khususnya yang telah memiliki riwayat penyakit lain. Artinya, aktivitas dan daya tahan tubuh sangat penting dalam  proses penyebaran COVID-19.

Virus ini sejak kemunculannya Desemebr 2019 lalu, telah membunuh hampir 3.000 orang, sebagian besar di pusat penyebaran di Provinsi Hubei, China.

Profesor Lipsitch memperkirakan, antara 40-70 persen populasi planet ini bisa jatuh sakit dengan virus corona. “Tapi saya berharap 40 hingga 70 persen itu adalah orang dewasa,” katanya.  Bukan karena ia ingin orang terinfeksi, hal ini agar dapat lebih menentukan epidemi virus, dan daya tahana orang dewasa tentu akan lebih baik dari anak-anak.

“Kami hanya tidak mengerti apakah anak-anak terinfeksi pada tingkat yang rendah atau tidak menunjukkan gejala yang sangat kuat. Jadi saya tidak ingin membuat asumsi tentang  bagaimana anak-anak bisa terinfeksi, sampai kita tahu lebih banyak tentangperilaku virus ini,” ujarnya.

Patonavirus patogen menyerang sistem pernapasan tubuh, dengan gejala seperti flu. Gejala-gejalanya termasuk demam, batuk kering dan kelelahan pada tahap awal.

Infeksi COVID-19  parah kemudian berkembang   pneumonia, gagal ginjal hingga kematian.  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan coronavirus membutuhkan waktu hingga 14 hari untuk diinkubasi di dalam tubuh korban.

“Sudah pasti bahwa semakin tua Anda, semakin berisiko  terinfeksi dan, jika Anda mendapatkan infeksi simtomatik, semakin berisiko Anda meninggal. Gender – laki –laki – tampaknya juga dominan dalam kasus inveksi virus ini,” tambahnya.  “Laki-laki juga tampaknya terlalu terwakili di antara mereka yang sakit parah. Jadi, tampaknya pencekalan sementara bagi Jemaah umrah, juga mendasarkan pada tataran usia ini. Hanya mengapa Indonesia – yang katanya – belum terkena dampak COVID-19 ikut dicekal Saudi? (yan/express.uk)