Ilmuwan Abaikan Stephen Hawking, Kirim Data Bumi ke Luar Angkasa!

Aliens
Stephen Hawking dan Alien. dok : Express

Para ilmuwan dunia berencana untuk melanjutkan pencarian mereka menemukan kehidupan di luar bumi, dengan menyiarkan data dan lokasi Bumi ke luar angkasa. Ikut dikirim gambar telanjang seorang pria dan wanita yang disebut sebagai makhluk utama di planet bumi. Proyek Beacon in the Galaxy (BITG) mengungkapkan juga informasi tentang tata surya kita, DNA manusia, dan Teleskop Radio Arecibo yang digunakan mencari aliens.

Teleskop yang telah berfungsi sejak tahun 1974 itu, telah mengirimkan jutaan pesan ke luar angkasa, dengan tujuan bisa ditemukan makhluk alien. Dengan berbagi lokasi Bumi, bersama dengan gambar telanjang manusia, para ilmuwan berharap Aliens memiliki informasi lengkap tentang planet kita. Padahal fisikawan teoretis dan direktur penelitian di Pusat Kosmologi Teoretis di Universitas Cambridge, Stephen Hawking (alm) pernah mengingatkan agar manusia tidak lagi membagi posisi dan informasi bumi ke antariksa.

Pada tahun 2015, fisikawan terkenal itu memperingatkan agar manusia tidak lagi mencari kehidupan asing di luar bumi. Saat itu para ilmuwan meluncurkan Breakthrough Listen, yang merupakan proyek senilai $100 juta yang ditujukan untuk mencari kehidupan di luar bumi di luar angkasa.

“Melihat pada sejarah, kontak antara manusia dan organisme kurang cerdas sering menjadi bencana dari sudut pandang mereka. Sementara pertemuan antara peradaban dengan teknologi maju versus primitif pasti akan mengakibatkan kerugian bagi makhluk yang kurang maju (teknologinya, red),” sebut Hawking.

Dia juga memperingatkan, bila aliens menemukan sinyal, mereka akan melihat kita tak lebih dari kumpulan bakteria. “kita tak berharga bagi mereka, malah berpotensi untuk dimusnahkan,” tegasnya.

alien
Aliens. dok : Express.uk

Namun, Jamilah Hah, seorang peneliti yang terlibat dalam proyek BITG, tidak setuju dengan pendapat Hawking. Ia bahkan merasa manfaatnya bisa lebih besar daripada potensi risikonya. “Kesimpulan pribadi saya, setiap spesies yang mampu memahami dan menafsirkan pesan kita minimal akan sama — jika tidak lebih cerdas – dari kita. Jadi, selama kontak dengan tanda perdamaian yang jelas, kemungkinan ada pertemuan penuh harapan, bagi kemajuan peradaban kita dan informasi mengenai alam semesta yang lebih baik,” ujarnya pada Newsweek.

Para ilmuwan mengirim pesan dalam kode biner, yang merupakan rangkaian digital 0 dan 1, yang diupayakan se-universal mungkin,  dalam upaya untuk dimengerti oleh aliens. Semisal aliens memecahkan kode pesan, mereka akan mengungkap grafik visual manusia, bersama dengan representasi tata surya kita, DNA, dan teleskop Arecibo.

Matthew Chong, seorang mahasiswa fisika dan matematika di Universitas Cambridge dan salah satu penulis draft laporan yang menguraikan proyek tersebut.  “Diperpanjang dari pesan Arecibo 1974 dan Cosmic Call 1999/2003, bagian utama dari BITG ini. Pesan berisi kumpulan informasi grafis baru dalam bentuk gambar dan ‘abjad’ khusus untuk mewakili angka, elemen, DNA, daratan, lautan, dan manusia, dll., dimulai dengan header dan footer buatan yang terdiri dari bilangan prima.” katanya pada Newsweek.

Fisikawan Inggris terkenal Stephen Hawking sendiri sempat di filmkan kisah hidupnya, pada tahun 2016. Dalam film itu Hawking mengungkapkan keyakinannya bahwa di antara milyaran galaksi dan trilyunan planet, kita manusia tidaklah sendirian di alam semesta ini. “Proyek Breakthrough Listen akan memindai jutaan bintang terdekat untuk mencari tanda-tanda kehidupan, tetapi saya tahu tempat untuk mulai mencari. “Suatu hari kita mungkin menerima sinyal dari planet seperti Gliese 832c, tapi kita harus waspada untuk menjawabnya,” katanya dalam film otobiografi miliknya itu. (ianblaga)