Ilmuwan : COVID-19 Berasal Dari Meteorit!

Gambaran artis meteorit meluncur menuju Bumi. Ilustrasi : Getty

Profesor Chandra Wickramasinghe, dari Buckingham Center for Astrobiology, mengatakan virus Novel Corona (COVID-19) berasal dari sebuah meteorit yang jatuh dan meledak di China, Oktober 2019 lalu. Coronavirus dibawa ke atmosfir Bumi, oleh sebuah fragmen komet yang memuntahkan “ratusan triliun” partikel virus.

“Meteorit itu jatuh di Timur Laut China, musim gugur lalu,” ujarnya. Kemungkinan, katanya, ptongan meteorit di dalamnya tertanam monokultur partikel virus infektif COVID-19, yang bertahan hidup di inti meteor yang terbakar saat memasuki atsmosfir bumi.

“Ratusan triliun partikel virus infektif kemudian dilepaskan usai meteor meledak. Infeksi seperti ini sangat lazim di ruang angkasa, dibawa oleh komet, yang kali ini salah satunya jatuh ke bumi via troposfer,” tandasnya.

Profesor Chandra Wickramasinghe mengatakan, wabah yang sangat tiba-tiba dari coronavirus, yaitu virus jenis baru ini sangat mungkin memiliki koneksi ruang, dan suhu local yang menunjang berkembangnya secara luarbiasa virus ini.

Petugas medis mengakui penyakit akibat virus ini menyebar sebelum korban menunjukkan gejala apa pun. Jadi pesakit sudah menjadi induk sebaran sebelum ia didiagnosis atau mengalami gejala awal menderita sakit. “Inilah yang memicu pandemik global begitu cepat,” ujarnya.

1.000 lebih meninggal dan 50 ribu lainnya terinfeksi virus Corona, hingga Selasa (11/2/2020). dok : Reuters

Kini virus Corona sudah memakan lebih 1000 korban tewas, dan akan terus bertambah. Sementara hampir 50 ribu lainnya di seluruh dunia telah terinfeksi virus jenis baru ini. Munculnya strain baru coronavirus dianggap sebagai hasil dari panspermia – unsur pembawa infeksi di ruang angkasa, yang akhirnya mencapai atmosfer bumi.

 Profesor Chandra Wickramasinghe percaya panspermia adalah rute yang biasa dari komet pembawa  virus dan bakteri  ke Bumi. “Rute” lain adalah melalui untaian DNA – blok pembangun kehidupan – yang berkembang biak di bumi menjadi unsur bio, yang bisa jadi bagian dari asal usul seluruh makhluk hidup di bumi, katanya. Percaya? (red/Express)