Ihan Omar, Perempuan Islam Pertama di Konggres AS

BUMOE 04 Jan 2019
Ihan Omar,  Perempuan Islam Pertama di Konggres AS
Ihan Omar. dok : getty

Washington DC– Anggota Partai Demokrat, Ihan Omar (37) menjadi wanita muslim pertama di Konggres Amerika Serikat.  Perempuan berhijab ini diambil sumpah di atas al-Quran, beberapa waktu lalu.

Wanita asal Somalia ini mewakili distrik kelima Minnesota, yang mencakup Minneapolis dan sekitarnya.
Partai Demokrat sendiri akan secara resmi mencabut pelarangan menggunakan jilbab bagi wanita di partainya, dan mengusulkannya juga di seluruh AS. Ihan dipastikan akan bisa berpidati di mimbar tanpa harus membuka identitas ke-Islamannya itu.

Ihan Omar, saat disumpah dengan al-Quran saat dilantik sebagai anggota Konggres AS. dok : getty/Dailymail

Sebenarnya telah ada wanita muslim pertama di Konggres AS, bernama Rashida Tlaib, yang bahkan dari Partai Republik yang konservatif. Ia, mewakili Michigan, seorang keturunan Palestina-Amerika. Namun, Rashida dinlai tidak merepresentasikan agama, Karena tidak menggunakan hijab.

Ihan Omar lahir di Somalia, namun karena situasi perang, keluarganya melarikan diri ke AS pada tahun 1995 lalu. Saat umur 12 tahun, Ihan dankeluarga pindah ke Minneapolis, pada tahun 1997.

Karena Ihan pula, pemilihan anggota Konggres AS kali ini mencatat hal unik, terpilihnya seorang wanita muslim, eks pengungsi pula. Sebelum mendapat suaka di AS, Ihan dan keluarga sempat terkatung-katung di kamp pengungsian Kenya.

Ihan Omar memenangkan kursi DPR, yang sebelumnya ditempati oleh anggota Demokrat Keith Ellison.

“Dia terpilih dengan suara bulat,” aku Wilson, rekan tim Demokratnya.  “Kita pernah melarang pria memakai topi saat menjadi anggota konggres – mereprentasikan turunan Yahudi dan Amerika Selatan waktu itu –, yang kemudian digunakan untuk pelarangan  wanita memakai penutup kepala. Itu tahun 1838. Kini, kita semakin maju, dan tidak boleh membatasi orang dan keyakinan pribadinya,” tambah Wilson.  (yan/Dailymail/*)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya