Harta Najib-Rosmah Lebihi Marcos & Imelda?

BUMOE 20 Mei 2018
Harta Najib-Rosmah Lebihi Marcos & Imelda?
284 koper harta Najib-Rosmah disita polisi. (Foto: Awani)

Kuala Lumpur — Polisi menyita 284 koper, 72 tas berisi uang tunai, emas, jam tangan sampai tas hermes di dua lokasi apartemen dan rumah mantan PM Malaysia, Najib Razak. Nilai semua harta itu diduga lebih dari kekayaan pasangan rezim diktator Filipina, Ferdinand Marcos dan isterinya, Imelda.

Ketua Umum PKR, Datuk Seri Anwar Ibrahim mengatakan, korupsi najib dan Rosmah “sangat mengejutkan”. “Ia bicara mengatasi kemiskinan rakyat, sambil terus me-raswah (korupsi),” kata Anwar. “Saya rasa kita mungkin akan mencatat rekor mengagumkan, dan melebihi (harta) Imelda dan rezim korup lainnya di dunia,” katanya.

Adalah Jabatan Siasatan Jenayah Komersial (JSJK) menyita merampas 284 koper, 72 tas dan membuka lemari besi berisi uang tunai dan emas di kondominium mewah, Pavilion Residence milik Najib dan Rosmah. Najib diduga terlibat proyek 1MDB yang diduga merugikan Malaysia lebih Rp 21 trilyun.

Baca: Najib dan Isu Miring Takut Istri

Pasangan Marcos-Imelda bekas Presiden Filipina bermula 1965, yang jatuh tahun 1986 lalu. Imelda terkenal dengan koleksi sepatu mewahnya berlemari-lemari. “Filipina sebelumnya merupakan sebuah negara kaya, menjadi miskin sepanjang 20 tahun di bawah pemerintahan Marcos,” kata Anwar.

Berdasarkan Data Transparency International, Marcos disebut menilep uang rakyat senilai AS$10 bilion lebih (Rp 140 trilyun), termasuk barang mewah milik Imelda, yang bernilai milyaran rupiah. Polisi Filipina waktu itu menyita 3000 sepatu mewah, 1500 tas ber-merk, 1200 gaun, dan 1000 tas berisi uang tunai serta emas berlian milik Imelda.

Baca: Datok Najib Sayang Kiky

Di Malaysia, sejauh ini polisi baru menyita 284 koper, dan barang lain. “Harta” itu harus diangkut dengan lima buah truk besar, untuk dibawa sebagai barang bukti. Namun polisi belum mengeluarkan statement memngenai jumlah harta yang disita. Diperkirakan, banyak asset Najib dan Rosmah lain yang belum tersentuh, termasuk asset yang disimpam di luar negeri. (yan/sinar harian/MK)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya