Gunung Kilauea Meletus, Hawai Jadi “Neraka”

BUMOE 08 Mei 2018
Gunung Kilauea Meletus, Hawai Jadi “Neraka”
Kubah lava gunung Kailuea Hawai. Foto dok : DM

Hawaii– Gunung berapi Kilauea, di Hawai, AS yang terletak di etngah lautan Pasific meletus, meluncurkan lava setinggi 200 meter, lalu meluncur ke tanah dan perumahan penduduk. Puluhan rumah, mobil dan ladang terbakar, dan ribuan warga diungsikan.

Lava menyerbu rumah penduduk. foto dok : DM

Diawali guncangan gempa kecil ratusan kali di kawasan itu,s ejak Jumat (4/5/2018) yang cukup mengejutkan penduduk lokal. Hingga Sabtu malam lalu,  warga tetap tenang karena “lubang” hanya mengeluarkan gas dan erupsi kecil. Namun kemudian erupsi disusul lava pijar yang meluap meluncur menuju perkotaan, sehingga 2000 lebih wargfa terpaksa diungsikan. Lava bahkan meluluhlantakkan aspal jalanan, rumah serta mobil warga.

Di kota kecil Leilani Estates di Hawaii’s Big Island, lava menghanguskan 30 rumah mewah serta puluhan mobil. Lava mengalir sambal sesekali terjadi gempa menengah, hingga 4,5 SR.  Ahli geologi di USGS, SS, Wendy Stovall kandungan lava gunung Kailuea masih cukup banyak, dan berpotensi adanya letusan susulan.

Menghanguskan aspal jalanan. foto dok : DM

Para pejabat pertahanan sipil Hawaii mengatakan dua celah lava baru terbuka, sehingag total ada 10 lubang lava sejak Jumat.  “Ada jeda, tapi lava mengalir terus memasuki kota,” ujarnya.

Kini ada 10 lubang lava di kawasan itu. foto dok : DM

Leilani Estates, dan  sebagian besar wilayah pedesaan Puna, memiliki risiko terbesar dan terdekat dengan dunung.  Hingga kemarin, sekitar 2400 orang dan 900 hewan peliharaan ditampung di dua tempat penampungan darurat Palang Merah Amerika Serikat. Namun banyak juga warga yang mengungsi ke tempat teman dan saudaranya.
Amber Makuakane, 37, seorang guru dan ibu dua anak, mengatakan rumahnya dengan tiga kamar tidur di Leilani Estates hancur oleh lahar. Anak-anaknya masih belum mengerti kerusakan yang menimpa desa mereka, “Mommy kapan kita akan pulang?” katanya menirukan permintaan putranya untuk pulang. “Gunung berapi dan lava –  menjadi bagian dari hidupku,” katanya. “Ini menghancurkan … tapi aku ikhlas menerimanya,” ujat Amber.
Jurubicara Hawaii County Kanani Aton mengatakan, beberapa penduduk mungkin diperbolehkan pulang sebentar untuk mengambil obat atau merawat hewan peliharaan, jika tingkat sulfur dioksida turun. Namun kenyataannya, hingga Senin lava terus melebar dan mel;uap di mana-mana. Ring of Fire Pasific semakin menjadi-jadi? (yan/DM)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya