Gunung Fuego Guatemala Meletus, Lebih 30 Tewas

BUMOE 04 Jun 2018
Gunung Fuego Guatemala Meletus, Lebih 30 Tewas
Erupsi Gunung Fuego Guatemala. (Foto DM - AFP/Getty Image)

Guatemala City — Sedikitnya 30 orang tewas, ratusan lainnya terluka saat Gunung Fuego di Guatemala, Amerika Tengah meletus dahsyat menyemburkan abu vulkanik dan lava ribuan kilometer ke udara, Senin (04/06/2018).

Fuego, yang terletak hanya sekitar 45 km dari Ibukota Guatemala City, meledak sejak Minggu malam, dan Senin pagi mulai meluncurkan lahar dingin ke kawasan pertanian dan pemukiman. Gunung ini telah meletus dua kali tahun ini saja, namun kali ini yang terkuat.

Mayat tertutup abu vulanik dievakuasi Conred. (Foto dok DM)

Mayat tertutup abu vulanik dievakuasi Conred. (Foto dok DM)

Ribuan hektar lahan pertanian, jalan, bangunan hingga rumah penduduk diterjang lahar dingin, Senin dinihari. Badan penanggulangan bencana Guatemala, Conred memastikan 30 orang, bisa lebih ditemukan tewas terkubur lahar dingin.

“Walau disebut lahar dingin, namun suhu lahar sebagian masih berada di 700 derajat celcius,” kata  Eddy Sanchez, direktur lembaga seismologi dan vulkanologi Guatemala.

Warga yang berhasil dievakuasi. (Foto dok: DM)

Warga yang berhasil dievakuasi. (Foto dok: DM)

Letusan gunung setinggi 3.763 meter itu membuat kolom debu tinggi ke udara, turun menyelimuti lahan pertanian, jalan, kendaraan dan manusia.  Banyak mayat ditemukan terkubur di bawah abu vulkanik serta lahar dingin.

Bahkan seorang petugas Conred ikut tewas saat lava membakar sebuah rumah di desa El Rodeo. Petugas hendak menyelamatkan dua anak yang terjebak di dalam rumah, malah ikut terbakar. Ada juga korban yang berhasil ditarik para relawan dari pijaran lava, namun meninggal di ambulans.

Beberapa pendaki yang hendak meunju camp Acatenago, puncak gunung Fuego berhasil menyelamatkan diri menyusul gejala ‘batuk-batuk’ Fuego sejak Sabtu (2/6/2018) kemarin.

Gunung Fuego Guatemala Meletus (Foto AFP)

Gunung Fuego Guatemala Meletus (Foto AFP)

“Kami tahu gunung ini aktif. Jadi ketika ada gejala aneh, kami pergi turun dari puncak gunung,” kata Richard Fitz-Hugh, seorang backpacker asal Beaconsfield, Buckinghamshire, Inggris yang sedang berwisata ke Guatemala. Akibat letusan Fuego, berdampak pada 1,7 juta orang, termasuk para wisatawan yang sedang berkunjung ke Guatemala City, Chimaltenango, Escuintla, dan kota tujuan wisata populer, Antigua.

Presiden Guatemala Jimmy Morales mengeluarkan keadaan darurat, dan minta warga mematuhi semua peringatan dari aparat. Bandara Guatemala City ditutup karena bahaya abu vulkanik bagi pesawat. Saat ini penyelamatan terus dilakukan, namun terhambat cuaca hujan yang mulai mengguyur wilayah yang juga dilintasi Pasific ring of Fire ini. (yan/Daily mail)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya