Gerhana Supermoon 21 Januari, USGS Ingatkan Potensi Erupsi & Gempa

BUMOE 10 Jan 2019
Gerhana Supermoon 21 Januari, USGS Ingatkan Potensi Erupsi & Gempa

Super Blood Wolf Moon — Bulan Purnama Super Serigala Merah — akan menghiasi fenomena langit pada 20-21 Januari 2019 mendatang. Istimewanya, malam itu bulan juga akan tertutup bayangan bumi, alias gerhana bulan.

Disebut Blodd Wolf Moon, karena bulan akan memerah 00 yang 00 secara mitologi dipercayai srigala atau anjing akan melolong melihat fenomena tak biasa ini. Apalagi, peristiwa astrologi seperti ini kerap dikaitkan dnegan pertanda alam yang buruk, bencana dan mungkin pula kematian-kematian.

Namun, secara ilmiah belum ditemukan keterkaitan antara peristiwa alam ini dengan bencana. Begitupun, lembaga meteorology AS, USGS mengingatkan adanya potensi erupsi gunung berapi, khususnya Gunung Kilauea di Hawai, serta gempa yang mungkin terjadi, saat pasang purnama naik.

“Gempa bumi tiga kali lipat lebih mungkin terjadi saat itu,” tulis US Geological Survey (USGS). Pasalnya, gravitasi bulan pada perigee ini akan lebih kuat dan berpotensi ‘mengganggu’ gerakan kerak bumi.

Walaupun secara ilmiah belum pernah ada penelitian, namun USGS menyatakan mungkin ada hubungan antara siklus bulan purnama atau pasang surut ini dengan letusan gunung berapi, atau gempa bumi. “Dari 52 letusan Kilauea sejak Januari 1832, terdapat hampir 3.900 letusan bertepatan dengan pasang surut maksimum, atau purnama penuh. Memang ada 3.850 purnama yangbelalu tanpa erupsi gunung Kilauea” tambah USGS.

“Secara statistik, terdapat sekitar satu persen peluang bahwa setiap pasang surut maksimum akan mempengaruhi awal erupsi gunung berapi itu. Kita tak tahu gunung berapi lain, karena tidak ada catatan,” katanya.

Namun USGS mengakui potensi itu kecil sekali, namun tetap harus diwaspadai. Pada tahun 2018 gunung berapi Kilauea Hawaii meletus beberapa kali, dan menyebabkan kondisi berbahaya di Kepulauan Hawaii.

Sementara pada 2014, EarthChangesMedia melakukan laporan khusus tentang daftar gempa bumi dan gunung berapi yang terkait dengan gerhana matahari dan bulan. Gerhana bulan penuh terjadi antara 14 dan 15 April 2014, sedangkan gerhana matahari tahunan terjadi pada 29 April 2014.

Di antara dua peristiwa astrologi, laporan itu mengklaim: “Peristiwa perubahan bumi yang signifikan dipicu oleh tarikan gravitasi bulan selama peristiwa gerhana bulan, dan perubahan suhu yang cepat selama peristiwa gerhana matahari.” Sebanyak 18 gempa bumi muncul di seluruh dunia sementara 17 gunung berapi meletus, waktu itu.

Sebuah studi dari 2016 yang dilakukan oleh Nature Geoscience, juga menemukan bahwa pasang surut yang terjadi selama bulan penuh bisa terkait dnegan potensi  gempa bumi berkekuatan besar di seluruh dunia. Kita lihat 21 Januari 2019 nanti. (yan/Express)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya