Fortune Teller Ramal Tsunami Hebat Hantam Asia Desember 2017

Seorang pria yang mengklaim memiliki “indera keenam” mengirim surat peringatan kepada Perdana Menteri India, Narendra Modi. Pria itu memprediksi sebuah tsunami dahsyat akan terjadi pada akhir 2017 yang akan menghantam India, Pakistan, Thailand dan Indonesia.

Petikan surat itu dikirim  September lalu, oleh Babu Kalayil. Ia memperingatkan gempa dahsyat dapat mengguncang Samudera Hindia pada bulan Desember, dan memicu tsunami besar yang akan mempengaruhi tujuh negara Asia, termasuk Pakistan, India, Srilanka, Bangladesh dan Indonesia, khususnya Aceh.

Sementara itu, media massa di India menertawakan peringatan Kalayil. Namun  nampaknya beda dengan pemerintah India, yang tidak memandang ringan surat peringatan tersebut. Modi bahkan memerintahkan para pejabat India untuk memulai persiapan untuk menghadapi potensi bencana alam tersebut.

Di suratnya, Kalayil menulis: “Di Samudra Hindia akan ada gempa yang terjadi sebelum 31 Desember 2017. “Gempa yang kuat ini bisa tersebar ke seluruh pesisir kawasan kontinental Asia. Apalagi efek ini bahkan akan menggantikan batas pantai laut”. Di sekitar Andaman atas?

Saat ini, surat lain tengah diributkan di media sosial India. Surat yang dibuat Otoritas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Gempa (ERRA) India dan ditandatangani wakil ketuanya, dituduh telah memerintahkan Standar operasi Prosedur (SOP) mengenai penanganan masalah tersebut. Surat itu ke luar akibat peringatan pria dengan ‘indera keenam’, Babu Kalayil.

Menurut sebagian netizen, surat kedua dari ERRA menunjukkan ‘prediksi absurd’ telah dianggap serius oleh pejabat di India dan Pakistan. Surat dari ERRA berbunyi: “Laporan Informasi telah diterima dari DG, Inter-Services Intelligence, tentang kemungkinan terjadi gempa berskala besar, seperti yang diperkirakan di Samudra Hindia dalam waktu dekat yang dapat dengan cepat menggoyahkan benua Asia, termasuk India. Oleh karena itu, ada kebutuhan untuk membuat kepekaan memperhatikan kinerja departemen, agar terus berjaga dan menangani bencana alam.”

Mendekat Desember, para wartawan mencoba menghubungi Babu Kalayil, namun tak berhasil. Mereka akhirnya menemui ahli kegempaan India, Dr Vineet Gahlaut, Direktur Pusat Seismologi Nasional. Dr Gahlaut menjelaskan, “Tidak ada tempat di dunia ini yang memiliki mekanisme ilmiah yang bisa memprediksi kejadian gempa atau tsunami secara akurat”. Dia juga menyebutkan, (ramalan gempa) ini tidak spesifik untuk waktu dan koordinat kejadian, apalagi sampai menjangkau Jepang.

Situs BBC menurunkan berita sangkalan serupa, bahwa tidak ada dasar ilmiah untuk prediksi ini, karena tidak ada teknologi semacam itu yang tersedia di dunia yang dapat melaporkan gempa lebih dari 15 detik sebelum terjadi.

Kepala Departemen ERRA Dr Ghulam Rasool mengatakan kepada BBC: “Prediksi ini memang tidak memiliki pembenaran ilmiah. Namun demikian, kami sedang mempersiapkan diri untuk menyelamatkan warga dari dampaknya, bila itu terjadi,” akunya.

Dia menambahkan, tidak mungkin untuk memprediksi gempa bumi, namun tidak berarti hal itu tidak akan mungkin terjadi di masa depan. “Oleh karena itu, kita tidak boleh mengabaikan informasi tersebut dan harus mempersiapkannya, karena ada ancaman gempa bawah laut di daerah ini dan juga ada sejarah gempa di masa lalu.”

Lepas dari benar atau tidaknya ramalan itu, persiapan yang dilakukan pejabat pemerintah bisa dimaklumi jika tetap dilakukan. Mereka tentu tak mau disalahkan jika ramalan itu benar-benar terjadi. (bbs/*)