Eksplorasi Luar Angkasa 2020

SpaceX Dragon (Foto: Pixabay/SpaceX-Imagery)
SpaceX Dragon (Foto: Pixabay/SpaceX-Imagery)

SpaceX’s Crew Dragon dan Boeing’s Starliner diperkirakan akan membawa astronot pertama ke luar angkasa, tahun 2020, meskipun tanggal peluncuran pasti belum diumumkan. Kedua pesawat ruang angkasa masih dalam ujicoba akhir agar aman bagi perjalanan panjang manusia ke ruang hampa.

SpaceX menerbangkan Crew Dragon yang berhasil ke stasiun ruang angkasa internasional (ISS) pada Maret 2018, dan akan kembali diluncurkan pada Januari 2020. Namun banyak roket lain yang akan meluncur ke ruang angkasa untuk pelbagai misi.

Solar Orbiter,  misi gabungan NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA)  dijadwalkan lepas landas dari Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral di Florida pada 5 Februari 2020. Wahana ini akan mendekati matahari untuk meneliti induk tata surya kita itu selama tujuh tahun.

Planet Mars akan mendekati orbiter Bumi pada Juli 2020, maka banyak negara berlomba meluncurkan roket dengan misi ke Mars. Dengan Mars yang mendekati orbitnya ke Bumi pada tahun 2020, Juli adalah waktu peluncuran utama untuk empat misi luar biasa ke Planet Merah.

Pada 17 Juli, NASA akan meluncurkan Exsplorer Pirate, untuk mencari kemungkinan adanya kehidupan di planet merah itu. Sementara ESA dan Rusia akan bekerjasama meluncurkan ExoMars Rosalind ke Mars, pada 25 Juli 2020.

SpaceX dan Starliner. (Gambar: Futurism)
SpaceX dan Starliner. (Gambar: Futurism)

Pendatang baru dari Timur Tengah, Uni Emirat Arab  akan meluncurkan misi pertamanya ke Mars, Mars Hope, memakai roket buatan Jepang. China juga akan meluncurkan misi ke Mars dalam waktu dekat. Sementara India, memakai roket baru akan mencoba peruntungan dengan meluncurkan penjelajah baru ke Mars.

Di antara Negara Negara maju di atas, roket Indialah yang dinilai paling efesien, disusul roket buatan Jepang.

Space X, akan meluncurkan Starlink terbarunya, untuk menyediakan konektivitas global kualitas broadband. Starlink terdiri dari 42.000 satelit yang akan memenuhi  dan mengelilingi planet bumi, agar komunikasi antar manusia lebih bagus dan cepat.
“Kita akan menghadapi banyaknya puing orbital, satelit busuk yang akan mengitari bumi yang bisa mengganggu pengamatan luar angkasa, apalagi bila jatuh ke bumi,” kata para astronom, kuatir.

Tahun 2019, Tahun Terbanyak Penampakan UFO

Selain Starlink dan Crew Dragon, Space X memiliki dua program roket lain yang akan meluncurkan misi untuk Angkatan Udara AS pada akhir 2020. Space X juga diharapkan untuk melanjutkan pekerjaan pengembangan pada prototipe Starship Mk 3 untuk misi luar angkasa.

Badan antariksa Tiongkok diperkirakan akan meluncurkan misi bulan berikutnya, yang disebut Chang’e-5, tahun ini. Negara itu ingin mengirim sampel bulan kembali ke Bumi untuk dianalisis, mengikuti misi Chang’e-4 yang dinilai sangat sukses, yang menempatkan wahana itu di sisi jauh bulan, tepatnya di Moons Rümker, sebuah gunung di dekat daerah yang disebut Oceanus Procellarum. Jika Chang’e-5 berhasil, itu akan menjadi misi pertama untuk membawa kembali sampel bulan sejak misi Apollo terakhir tahun 1972.

Angkatan Udara AS diperkirakan, sekitar tahun 2020, sekali lagi meluncurkan pesawat ruang angkasa X-37B yang misterius (juga dikenal sebagai Orbital Test Vehicle). Ini akan menjadi misi keenam dari kendaraan tanpa awak, yang dapat tinggal di ruang angkasa hingga satu tahun sekaligus untuk melakukan misi rahasianya. Pada tahun 2019, salah satu dari dua pesawat ruang angkasa X-37, milik Angkatan Udara AS, kembali ke Bumi setelah memecahkan rekor berada di luar angkasa 780 hari!

Elon Musk Bikin Starship ke Mars, Tiket Rp 3 M seorang!

Pada tahun 2020 ini pula, Space X akan memulai misi perjalanan luar angkasa bagi turis yang sudah mendaftar untuk terbang. Sekali terbang, penumpang membayar lebih dari Rp 2,5 milar untuk perjalanan menembus atsmosfer bumi. Penerbangan “wisata” ini, dijadwalkan pada pertengahan 2020, Space Ship Two Virgin Galactic akan  menerbangkan  penumpangnya dari Spaceport America di New Mexico.

Ada pula Blue Origin, perusahaan ruang angkasa swasta yang didirikan miliarder Amazon Jeff Bezos, telah meluncurkan tiga penerbangan pesawat ruang angkasa New Shepard pada tahun 2019. Tahun 2020, mereka berjanji akan membuat lomptana besar dengan peluncuran wahana berisi manusia ke ruang angkasa.

Hingga saat ini, Blue Origin telah menerbangkan 12 misi Shepard Baru. Ariane Cornell, direktur astronot dan bisnis Blue Origin, mengaku akan melakukan beberapa ujicoba sebelum meluncurkan wahana berawak ke luar angkasa.(yan/futurism)