Edit Gen Bayi, Ilmuwan Cina Dipenjara!

He Jiankui
He Jiankui

Beijing – He Jiankui, berhasil mengedit gen tiga bayi kembar dengan metode CRISPR, sehingga ketiganya tahan berbagai penyakit, termasuk HIV AIDS. Namun, ia ditahan pemerintah Cina dengan tuduhan melakukan praktik kedokteran secara ilegal.

Pengadilan menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara untuk Jiankui, termasuk dua asistennya. Awalnya, dia mengedit gen bayi  dari ibu hamil pada bulan November 2018. “Dia mengumumkan secara terbuka, bahkan membuat wanita hamil dengan embrio ke tiga, yang juga di editnya,” kata ahli bioetika, Stanford William Hurlbut yang telah bertemu Jiankui.

He Jiankui dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena tidak memiliki kualifikasi untuk melakukan tindakan medis. (Foto AP/Mark Schiefelbein)
He Jiankui dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena tidak memiliki kualifikasi untuk melakukan tindakan medis. (Foto AP/Mark Schiefelbein)

Selain itu, ada ibu hamil yang menginginkan anak—super—yang akhirnya hamil sekitar Juni atau Juli 2019. “Pemerintah China tahu akhirnya di ibu melahirkan beberapa waktu lalu, dan menangkap Jiankui dengan alasan melakukan praktek yang salah,” katanya.

Di Barat sendiri, kemampuan Jiankui menyunting gen bayi membuat heboh para ilmuwan. Mereka di Eropa sudah mencobanya sejak lama, malah dilompati oleh Jiankui.
Stanford tidak tahu di mana saat ini ke tiga bayi yang telah lahir tersebut. “Namun kita yakini, ada tiga atau bahkan lebih anak manusia yang direkayasa secara genetika merangkak, dan berjalan tegak di bumi,” ujarnya kagum.

He Jiankui dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dan denda sekitar Rp 6 miliar karena dianggap bersalah melakukan praktek kedokteran secara ilegal.

China Berhasil Kloning Monyet

Dua asistennya, Zhang Renli dikenai hukuman satu tahun penjara dan denda Rp 2 miliar dan Qin Jinzhou mendapat hukuman 18 bulan penjara, dan denda Rp 2 miliar.

Menurut pengadilan, ketiga peneliti tersebut tidak memiliki kualifikasi sebagai dokter untuk melakukan praktek medis. Mereka juga dinyatakan bersalah hanya ingin menjadi terkenal, dan melanggar aturan mengena penelitian sains China dan melanggar batas antara penelitian sains dan tindakan medis.

Dr He Jiankui menamatkan pendidikan di Amerika Serikat sebelum kemudian mendirikan sebuah lab di University of Science and Technology of China di Shenzhen, sebuah kota China yang berbatasan dengan Hong Kong.(yan/Futurism/dtc)