Di Indonesia Mahal, di Malaysia Semakin Haram!

Larangan merokok. (Gambar dari Pixabay.com)
Larangan merokok. (Gambar dari Pixabay.com)

Kuala Lumpur – Semua tahu merokok di Singapura kena denda hingga puluhan juta dan bisa dipenjara. Kini aturan baru juga mulai diberlakukan di Malaysia, denda puluhan ribu ringgit (jutaan) bagi perokok di tempat umum.

150 peraturan baru tentang aturan (larangan, red) merokok itu mulai berlaku sejak 1 Januari 2020 kemarin, setidaknya di wilayah hukum Negeri Selangor, Malaysia.

Maret, Pulau Pinang Tak Lagi Pakai Uang Tunai!

Kepala Dinas Kesehatan (JKN) Selangor, Datuk Dr Khalid Ibrahim mengatakan, ada tujuh aturan khusus bagi remaja di bawah 18 tahun, termasuk yang memakai rokok eletronik.

Bahkan pada pemilik kedai makanan, yang tidak memasang tanda larangan merokok, hingga membiarkan orang merokok di kedainya, bisa dikenakan denda sampai RM 5000 (sekitar Rp 17,5 juta).

Pamflet larangan merokok di Kuala Lumpur. (Gambar: Bernama)
Pamflet larangan merokok di Kuala Lumpur. (Gambar: Bernama)

“Kita sudah lakukan operasi untuk mendukung aturan baru sejak malam tahun baru. Semua kedai kita periksa sampai ke abu rokoknya kalau ada,” ujar Khalid.

Menurutnya perokok yang kedapatan akan menerima nota kesalahan, dan dibolehkan memberi alasan merokok dan minta pengurangan denda di tahap tahap awal. “Namun jika berbuat untuk kedua kali, tidak boleh komplain lagi dan denda maksimal akan diberlakukan,” katanya.

Baca tulisan populer Bumoe.id Jangan Berobat ke KL, Penang Saja!

Demi kesehatan masyakarat, ia minta semua fihak mendukung kampanye anti rokok dari pemerintah ini. “Yang mau berhenti merokok juga kita fasilitasi. Silahkan kunjungi semua klinik kesehatan atau rumah sakit yang ada tulisan mQuit, akan diberi konsultasi secara gratis,” ujarnya.

Lain Negara lain cara menangani rokok. Di Indonesia dibuat mahal, di negeri jiran dilarang total, bahkan didenda.(yan/awani)