Debu Bintang (yang) Jadi Super Planet?

BUMOE 15 Okt 2017
Debu Bintang (yang) Jadi Super Planet?

Para ilmuwan meyakini lebih 100 milyar planet di galaksi kita, Milky Way. Para astronomer terus mencari planet X serupa bumi yang bisa jadi rumah kedua bagi manusia bumi yang kini planetnya mulai rusak dan kotor, akibatnya dihuni hamper 8 milyar manusia dan milyaran makhluk hidup “peyangga”nya.

“Namun kita sulit menemukan (planet x) karena terbatas jarak dan waktu,” aku mereka.  Namun kini berkat perkembangan teknologi, para ilmuwan menemukan cara baru yang lebih akurat untuk menemukan exo planet (planet ekxotis yang bisa ditinggali manusia) di jagad raya.

 

Adalah Infrared Processing and Analysis Center (IPAC) yang bias menentukan sebuah ‘planet hidup’, baik berdasarkan data maupun gambar yang dikirim satelit pencari. Dalam sebuah studi berjudul : A Direct Imaging Survey of Spitzer Detected Debris Disks: Occurrence of Giant Planets in Dusty Systems“,  yang diterbitkan dalam  The Astronomical Journal.  Para ilmuwan dipimpin Tifffany Meshkat, yang pernah bekerja di NASA’s Jet Propulsion Laboratory.

Dr Meshkat, wanita turunan Iran ini mengambil  130 data bintang tunggal yang memiliki planet atau piringan debu dan batu. Lalu ia membandingkannya dengan 277 bintang lain yang tidak memiliki piringan debu. “Yang kita temukan mengejutkan. Bintang yang memiliki piringan debu punya kans 99 persen memiliki exo planet, bahkan yang lebih besar dari planet Yupiter,” ujarnya.

Bintang kita (Matahari) sendiri memiliki debu asteroid di antara planet Mars dan Yupiter. “Dan matahari memiliki Bumi, planet biru yang dihuni makhluk hidup hingga kini,” kata Meshkat. Bumi sudah nyaris sekarat – kini – akibat ulah makhluk manusia yang tinggal di keraknya. Mungkinkah kita migrasi ke exo planet yang baru? Ada jarang dan waktu, berpuluh, ratus, hingga ribu tahun cahaya ke sana.. Hingga kini, belum ditemukan teknologi, yang bisa membawa manusia utuh (fisik di bumi) dengan selamat ke sana.  Padahal, ilmuwan telah menemukan ratusan planet exo di galaksi kita saja. Bisa saja, ada kehidupan pula di sana, seperti di bumi. Mungkin juga ‘mereka’ di sana sedang sekarat, dan mencari planet baru juga, menghindari daya bertahan hidup, nafsu,  pertikaian dan  perang. (universe today)

 

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya