Daya Sebar COVID-19 Berlipat Ganda di Ruang Tertutup

Ilustrasi virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi virus Corona. (Pixabay)

Wuhan, China – Hasil penelitian terbaru menunjukkan, daya sebar COVID-19 naik dua kali lipat di dalam bus, KA, pesawat terbang atau angkutan umum lainnya. Satu tim peneliti di Wuhan juga menemukan satu pengidap dapat menginfeksi 13 orang, terbanyak di antaranya dalam perjalanan dengan bus.

Saat ini, banyak negara yang terdeteksi warganya terimbas COVID-19 mengambil langkah drastis untuk memperlambat wabah Corona Virus. Inggris di Eropa, atau Thailand dan Singapura di Asia. Contoh bagusnya, Vietnam, yang berhasil memperlambat penyebaran wabah sekaligus mengobati warga yang terkena virus.

Sementara, satu Tim Peneliti ahli epidemiologi pemerintah Tiongkok, menemukan sample seorang penumpang bus—yang tidak sadar ia membawa virus Corona—bisa menginfeksi 13 orang lain di dalam bus dalam hitungan jam!

Baca juga: Dokter Thailand : Obat Flu dan HIV Sembuhkan Pasien Corona!

Memang, di udara bebas, virus Corona mampu bertahan 30 menit dan “terbang” sejarak 4,5 meter. “Tapi dalam lingkungan tertutup, apalagi ditambah pendingin ruangan, jarak transmisi corona virus akan melebihi jarak aman yang umum dikenal, atau 4,5 meter itu,” kata  para peneliti, yang diterbitkan dalam jurnal kesehatan Jumat (6/3/2020).

Jadi, bahkan 30 menit setelah si pembawa virus ke luar bus, ia masih dapat menginveksi penumpang lain yang naik berikutnya. Misalnya, ada penumpang  yang hanya dengan gejala awal yang ringan, dan tidak mengenakan masker, maka ia akan jadi pembawa wabah mematikan itu bagi se-isi bus. Mengapa tim peneliti fokus pada bus? Karena begitulah awal penyebaran corona di Wuhan, sejak Desember 2019 lalu.

Seorang anggota tim, Hu Shixiong, mengikuti perjalanan puncak imlek 22 Januari 2020 lalu, yang diyakini sebagai puncak penyebaran COVID-19 di Huibei, China. Dalam bus antar kota antar kota dengan 48 seat, ia duduk di baris dua dari belakang.

Lihat Juga: Bule Pengidap 2019-nCov, Sembuh Dengan Wiski + Madu!

Saat itu, China belum memberlakukan Corona Virus sebagai krisis nasional, sehingga taka da penumpang yang memakai masker. Semua merasa tidak terinfeksi virus! Namun seorang berinisial A, sudah terdampak virus. Kamera CCTV di dalam bus tidak melihat A berinteraksi dengan orang lain selama 4 jam perjalanan.

Namun, saat bus berhenti di kota berikutnya, virus sudah menyebar dari A ke tujuh penumpang lainnya, kata jurnal itu. Anehnya, penumpang yang terinfeksi bukan hanya yang duduk dekat A, tapi juga enam baris—kira kira 4,5 meter—semua kemudian dinyatakan positif COVID-19.

Setengah jam kemudian, bangku yang kosong di-isi penumpang ke kota lain. Dan hasil penelitian, semua penumpang itu kemudian terinfeksi! “Mereka menghirup partikel udara yang dihembuskan A, dan penumpang yang terinfeksi saat empat jam perjalanan awal,” ujar HU.

Ilmuwan: Virus Corona Bisa Bunuh 65 Juta Orang tahun 2020!

“Alasan yang mungkin adalah bahwa di ruang tertutup sepenuhnya, aliran udara terutama didorong oleh udara dingin yang dihasilkan oleh AC. Udara hangat yang didorong mengangkut tetesan berisi virus ke jarak yang lebih jauh,” tambahnya. Makanya, saat di test, semua penumpang yang duduk di barisan depan terinfeksi, termasuk sopir. Karena akumulasi udara berakhir di depan bus.

Grafik penyebaran COVID-19 dalam bus. (news.com.au)
Grafik penyebaran COVID-19 dalam bus. (news.com.au)

Pasien A yang di-ikuti, kemudian naik minivan—semacam angkot—yang kemudian menginveksi dua penumpang baru lainnya. A di-isolasi awal Februari 2020, namun ia “sukses” menginfeksi 12 orang selama ia “bebas” di jalanan.

Dari situlah, para ilmuwan menetapkan pentingnya mengenakan masker di tempat umum, mencuci tangan. “Walaupun bagi Anda yang sehat ada pejabat yang tidak mengajurkan anda memakai masker, namun dari kasus di tempat umum yang kita tidak tahu mana yang telah terjangkit, pemakaian masker sangat penting!” ujar Hu.

Liha juga: Pria Indonesia ini Ramalkan ‘COVID-19’ Sejak 2016

“Apalagi bila naik bus, KA, pesawat atau angkutan umum lain, saran kami pakailah masker, karena kita tidka tahu siapa yang telah terjangkit, bahkan tanpa gejala awal,” tegasnya.

Virus tak bisa hidup tanpa inang, namun uniknya Corona virus, ia mampu bertahan 30 menit, bahkan hingga 2-3 hari di permukaan berbahan kaca, kain, logam atau plastik dalam ruangan tertutup ber-AC.

Para peneliti juga menyarankan peningkatan sanitasi pada transportasi umum, menyesuaikan pendingin udara—jangan terlalu dingin—memaksimalkan volume udara segar ke dalam ruangan, dan membersihkan—mendisinfeksi—interior bus, minimal sekali atau dua kali sehari.(yan/news.com.au)