COVID-19: Thailand Dan Indonesia 2000-an kasus, Beda Jauh Kematian

Petugas kesehatan penanganan virus Corona.
Petugas kesehatan penanganan virus Corona. (IST)

Bangkok – Thailand Sabtu (3/3/2020) kemarin melaporkan 89 kasus baru infeksi COVID-19, menjadi 2.067 kasus, dengan njumlah kematian 20 orang. Hampir sama Indonesia mencatat 2.092 kasus pada tempo yang sama, namun dnegan jumlah kematian jauh di atas Thailnad, yakni 192 orang.

Apakah ini tanda orang Thailand memiliki daya tahan tubuh lebih kuat? Juru bicara tanggap darurat COVID-19 Thailand, Thaweesilp Wissanuyothin mengatakan korban meninggal terbaru adalah lelaki berusia 72, yang memiliki riwayat penyakit kronis lain.

Baca Juga: Daya Sebar COVID-19 Berlipat Ganda di Ruang Tertutup

“Dari 2.065 kasus, 1.762 warga Thailand, 305 warga asing. COVID-19 telah menular di 64 dari 77 wilayah di Thailand,” katanya. Bangkok memiliki kasus terbesar (980), diikuti Wilayah Nonthaburi (128) dan Phuket( 107). Hingga kini, 612 dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Di Indonesia, hingga kemarin jumlah pasien sembuh baru 150 orang.

Sejak sabtu kemarin pula, Pemerintah Thailand menghentikan semua penerbangan masuk dari luar negeri. Penumpang yang terlanjur datang, harus menjalani karantina selama 14 hari. Hanya pesawat militer, cargo, atau pesawat yang harus mendarat darurat yang di-izinkan mendarat.

Berita Terkait: Ramalan 12 Tahun Wabah Pneumonia: COVID-19?

Sempat terjadi keributan saat satu rombongan penumpang warga Thailand yang baru tiba dari luar negeri di Bandara Svuarnabhumi, Jumat (2/3/2020), menolak dikarantina. Dari 158 warga Thailnad, 103 Jepang. 44 Singapura, dan 11 penumpang asal Qatar yang menumpang Boeing 777 dari Doha, hanya enam orang yang setuju dikarantina di Bangkok.

Perdana Menteri Jeneral Prayuth Chan o-cha memeirntahkan warga yang tidak mau dikarantina dipantau kediamannya, dan kemudian harus melapor kembali ke polisi, atau akan ditindak tegas. Di Filipina, yang memiliki tiga ribu lebih kasus, Presiden Duterte berlaku lebih keras

Lihat Juga: Pria Indonesia ini Ramalkan ‘COVID-19’ Sejak 2016

“Saya perintahkan polisi dan tentara mengawal orang yang berkeliaran di jalanan, kalau perlu tembak di tempat. Saya tak ragu soal itu, karena ini soal keamanan bagi rakyat yang lebih banyak,” tegasnya. Warga hanya diperbolehkan ke luar untuk mencari bahan makanan.(red/Bernama/***)

Ikuti berita Covid-19.