CIA Bohong! Pemimpin Al-Qaeda, Ayman Al-Zawahiri Masih hidup!

1094514664 0 0 1106 622 1920x0 80 0 0 352b485ba6c1d7533db39fb6e63037f4
al-Zawahiri

Klaim AS – CIA – bahwa pemimpin al-Qaeda Ayman al-Zawahiri telah meninggal terbukti salah, ketika baru baru ini pentolan pengganti Osama bin Laden ini muncul dalam video terbarunya. Dalam rekaman “Jenderal Emir”, al-Zawahiri membaca puisi bertajuk “Pujian untuk mahasiswi muslim India yang menolak melepas Burqa”.

Sebelumnya a-Zawahiri diklaim AS dan barat telah meninggal akibat sakit. Pentolan al-Qaeda itu memang lama tidak pernah muncul, sejak pertengahan tahun 2021 lalu. Dalam video yang berdurasi sekitar sembilan menit, Zawahiri mendesak Muslim India melawan  apa yang dia sebut sebagai “penindasan”, dan aksi  anti-Islam dari pemerintah India. Ia juga marah pada negara tetangga India, Pakistan dan Bangladesh, yang dituduh sebagai “sekutu Barat.”

Ketegangan akibat pemakaian cadar dan jilbab  memanas selama beberapa bulan di negara bagian Karnataka, India barat daya, menyusul larangan jilbab yang dikeluarkan pemerintah provinsi itu, Januari lalu. Warga dilarang memakai burqa di ruang kelas, di sekolah umum dan di jalanan, khusus di distrik Udupi.

Larangan tersebut memicu protes oleh mahasiswa muslim dan kontra protes oleh pemuda Hindu. Pengadilan tinggi negara bagian Karnataka telah menetapkan larangan itu sebagai peraturan baku pemerintah, hingga saat ini.

Sebelumnya desas desus dikembangkan AS mengenai posisi al-Zawahiri yang telah meninggal, sesuai informasi dari basdan intelijen CIA.

Hal yang sama pernah terjadi dulu pada tokoh pendiri al-Qaeda, Osama bin Laden, yang tewas dalam serangan drone AS. Bedanya, klaim itu kemudian terbukti benar. Padahal sebelum terbentuk al-qaeda, Osama adalah warga Saudi yang pernah menetap di AS, dan dekat dengan CIA.

Saat bergerilya di Afghanistan, AS melalui “Operasi Topan,” mengirim miliaran dolar AS dalam bentuk senjata pada Osama dan pasukannya.  Termasuk di antaranya ribuan rudal Stinger, rudal darat ke udara , yang dikirim ke pasukan mujahidin pimpinan Osama Bin Laden, untuk berperang melawan pemerintah sosialis sekuler Afghanistan yang didukung Soviet Rusia.

Namun kemudian Osama menjadi musuh utama AS, di kejar hingga ke pegunungan Afghanista, dan kemudian ditembak dengan drone di perbatasan Pakistan. Masih belum ada bukti yang menunjukkan bahwa, dalam bentuknya yang sekarang, al-Qaeda masih ada hubungan dnegan negara adidaya itu, atau badan intelijen (CIA) AS. Waktu dan target rilis video terbaru kelompok teroris itu juga menimbulkan pertanyaan baru, tentang apa target al-Qaeda selanjutnya. (ianblaga/Sputnik/*)