China Sukses Uji Jet Tempur Mach 6 Anti Lacak

BUMOE 12 Agu 2018
China Sukses Uji Jet Tempur Mach 6 Anti Lacak

BeijingChina mengklaim telah sukses menguji coba pesawat tempur hipersonik pertama mereka, J15 x,  yang mampu terbang di atas kecepatan suarau sekaligus melewati sistem pertahanan secanggih apapun.

Pesawat  J15, ‘Starry Sky-2’ berjuluk ‘The Waverider’ melakukan penerbangan uji coba pertamanya di sebuah lokasi yang dirahasiakan di bagian barat China, dilansir The South China Morning Post, Jumat (3/8/2018)

Pesawat hipersonik  itu disebut mampu membawa rudal nukir dan melaju hingga enam kali kecepatan suara (Mach), atau lebih 7000 km/jam! Adam Ni, seorang ahli pertahanan China di Australian National University, mengaku Starry Sky-2 akan menjadi kejutan bagi lawan dan kekuatan baru super canggih  bagi militer China.

“Penelitian dan pengembangan yang sukses dari pesawat ‘Starry Sky 2 Waverider’ adalah sebuah terobosan teknologi untuk perkembangan senjata hipersonik China,” kata Ni kepada nine.com.au

“Rudal hipersonik juga akan menjadi tambahan yang kuat untuk beragam jenis rudal yang dimiliki oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).” katanya.  “Senjata tersebut dapat menerobos sistem sistem pertahanan rudal negara manapun, termasuk Amerika Serikat.”katanya.

Pesawat itu bisa mengangkut bvanyak roket dan rudal di pylon sayap dan fuselagenya. Otoritas China mengatakan pesawat hipersonik itu mampu melakukan sejumlah manuver yang hanya bisa dilakukan pesawat sekelas buatan Rusia, seperti SU-57.  Jet tempur ini juga mampu membawa rudal berkepala nuklir, menerobos sistem pertahanan secanggih apapun.

Ahli militer Cina Zhou Chenming mengatakan bahwa pesawat tersebut memiliki ‘aplikasi militer’. ‘The Waverider’ bisa digunakan dengan senjata konvensional, dan akan ditingkatkan ke senjata nuklir, yang sesuai dengan target fungsi militer China.

“Dengan teknologi The Waverider, saya merasa pesawat ini masih membutuhkan setidaknya 3-5 tahun sebelum mampu membawa senjata nuklir,” terang Zhou.
Seorang jenderal di Pentagon, AS mengaku pengembangan teknologi nuklir di China dan Rusia sangat pesat, hingga melebihi kemampuan Amerika Serikat.

Jenderal John Hyten, kepala Komandan Angkatan Udara Amerika Serikat, mengingatkan para Senat AS, bahwa kecepatan dan kemampuan manuver dari rudal-rudal hipersonik China dan Rusia telah melampaui kemampuan sistem pertahanan Amerika Serikat.
Putin sendiri pernah mengaku militer Rusia sedang mengembangkan teknologi persenjataan yang tidak dapat dideteksi oleh musuh, termasuk rudal hipersonik dan rudal jelajah bertenaga nuklir yang memiliki jangkauan tak terbatas. Setelah Rusia, kekuatan militer China tampaknya bakal menyaingi Amerika Serikat. (yan/CNN)

 

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya