China Akan Jadi ‘Raja’ Mobil Listrik

Dukungan Pemerintah kuat, logistik lengkap dan tenaga kerjamurah, akan menjadikan China sebagai raja produsen mobil listrik, di masa depan. Daniel Kirchert, yang menghabiskan belasan tahun di perusahaan otomotif China memastikan hal itu.

Daniel Kirchet

Menurutnya, industry otomotif konvensional tak bergerak cukup cepat untuk mengkonversi produk ke monil listrik berbasis teknologi IT. “Masa depan otomotif adalah mobil listrik! Mobil cerdas, yang serba canggih,” ujarnya.

Ia bersama rekannya dari BMW, Carsten Breitfeld, telah memutuskan untuk meluncurkan perusahaan mereka sendiri, mulai Oktober ini. Mereka telah mengumpulkan modal lebih $320 juta, menggandeng insinyur muda asal Google dan Tesla, siap memamerkan prototype mobil masa depan mereka, di Januari 2018 nanti. Mereka memiliki kantur di Munich, Jerman dan Silicon Valley, AS. Tapi adakah yang tahu? Pabrik utama mereka ada di China!

Keputusan ini diambil usai bertemu sekretaris partai Komunis China dari Provinsi Nanjing, Wu Zenglong. Saat itu, Wu mengunjungi pameran bus dan taksi listrik, di ibukota provinsi Jiangshu. “China punya bahan baku dan tenaga kerja berlebih untuk proyek kita. China adalah masa depan mobil listrik,” papar Daniel, yakin.

Daniel juga mengatakan telah mendapat dukungan langsung dari Presiden  Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Keqiang.  “(Pemerintah) China mampu melihat peluang dan masa depan mobil listrik. Dan ini bias membuat China lebih hijau, dengan tingkat polusi yang saat ini sangat tinggi,” katanya.  Telah lama kecewa dengan mobil ber-BBM prtemium dan diesel, China telah lama mengembangkan pabrik bateray untuk mempersiapkan masa depan mobil listrik.

Untuk memeprsiapkan dukungan lain, pemerintah China mendorong dikembangkannya lebih 800 ribu stasiun pengisian bateray di seluruh daratan China.  Ini yang membuat Daniel yakin, pemerintah China tidak main main dengan ambisinya menjadikan China sebagai produsen, sekaligus konsumen utama dan terbesar mobil listrik dunia, kelak. “Pemerintah China telah menghitung akan keuntungan era mobil listrik dan mobil pintar bagi pemerintah, rakyat dan bumi kita yang semakin buruk akibat polusi gas beracun,” ujar Tang Jin, peneliti senior bidang ekonomi global di Japan Mizuho Bank. Bagaimana kita, yang masih terjerat persoalan-persoalan mikro yang sangat sepele..? Entahlah.. ( Nikkei/*)