Bule Pengidap 2019-nCov, Sembuh Dengan Wiski + Madu!

Connors, bule Inggris pertama yang terkena virus Corona, sembuh berkat wiski + madu. foto : instagram

Wuhan, Cina – Percaya atau tidak, seorang pria Inggris yang terkena syndrome virus Corona sembuh usai meminum segelas wiski panas dicampur madu. Connor Red, 25 tahun, adalah warga Inggris pertama yang didiagnosis mengidap virus Corona di Wuhan, awal Januari lalu, sembuh berkat ramuan “tradisional Inggris” itu.

Connor sudah tiga tahun berada di Wuhan, China untuk mengajar bahasa Inggris di sana. “Saya lalu terkena virus, dan sempat dirawat dua minggu di RS di Wuhan,” katanya.  “Saya terpana ketika para dokter mengatakan bahwa saya mengidap virus Corona. Rasanya tak percaya, kenapa saya? Saya pikir saya akan mati, namun syukurlah saya masih bisa bernafas hingga kini,” kata Connor.

Ia sembuh, setelah nyaris mati akibat demam dan sesak nafas ekses virus Corona. “Saya menggunakan inhaler yang membantu mengendalikan batuk dan minum wiski panas dengan madu sampai habis, sehari dua kali,” ujarnya. Menurutnya itu “resep tua” di Inggris. Tujuan utamanya, untuk memperkuat jantung dan daya tahan tubuh di musim dingin di Wuhan.

“Saya ingat obat-obatan kuno di Inggris, saya tak mau minum obat kimia. Saya menolak obat antibiotic yang diberi dokter di Wuhan. Memang sempat kritis, tapi akhirnya obat tradisional Inggris saya berhasil mematahkan mitos virus Corona tak bisa disembuhkan,” katanya. Virus Corona memang tak ada obat, namun Connor berhasil meredam aksi si Virus dengan pertahanan tubuh yang kuat, dari wiski panas dan madu.

Otoritas kesehatan Cina sendiri tidak pernah menyarankan wiski panas dengan madu sebagai metode untuk mengobati virus Corona.  Kini, banyak warga Inggris di Cina juga ditarik pulang, dan siap menjalani karantina sesampainya di Inggris.

Mereka menggambarkan Wuhan bak kota hantu, yang sepi dari mobil maupun pejalan kaki. “Makanan ada, namun masker dan obat obatan sulit diperoleh di apotek,” kata seorang warga Inggris, yang juga berporfesi sebagai guru di Wuhan.

Connor sendiri memilih bertahan di Wuhan, hingga kini. “Aku ditanya apa tak ingin dapat seat untuk pulang ke Inggris? Tidak! Aku akan bertahan di sini, bersama warga Wuhan, dan kami akan membuktikan virus Corona bisa dikalahkan!” katanya heroik. (yan/mirror)