Boom, Jet Supersonic Baru Buatan China 2023 Beroperasi!

Konsep pesawat boom jet hypersonic buatan china
Konsep pesawat Boom. (Dok Boom)

Pesawat komersial tercepat di dunia, Concorde buatan Perancis, bisa terbang hingga 2,5 kecepatan suara (mach 2,5), bisa mencapai New York dari Paris dalam 3,5 jam saja! Bila dengan Boeing 747 atau pesawat komersial lain, bisa 8-9 jam!

Namun sayang, karena beberapa kecelakaan fatal, Concorde di grounded tahun 2003 lalu. Sejak itu, tak ada lagi perusahaan yang mendesain jet komersial supersonik. Hingga, kini muncul China, dengan Boom, pesawat jet mirip Concorde, namun diklaim lebih aman dan murah. Pesawat dengan seat hanya 55 itu bisa terbang sedikit lebih lambat dibanding Concorde, Mach 2,2 saja. Namun dengan kecepatan dua kali suara itu, Boom bisa menyeberangi Lautan Pasifik, dari Shanghai ke Los Angeles (LA) hanya dalam 5 jam saja!

Boom. Dok Boom

Biasanya, jarak Shanghai – Los Angeles (LA) ditempuh pesawat komersial dalam 11-12 jam penerbangan yang membosankan. Makanya, Japan Airlines pun tertarik mengorder pesawat ini, yang dijadwalkan akan bisa melayani penumpang pada tahun 2023 mendatang. “Kami telah pre –order 20 pesawat Boom dengan uang muka $10 juta (sekitar Rp 140 milyar),” ujar jubir Japan Airlines. Mereka akan memakainya untuk penerbangan Tokyo-LA, yang biasanya ditempuh 8-9 jam, dengan Boom diharapkan hanya 4 jam saja! Atau Tokyo-Sidney biasanya 12 jam bisa 6 jam saja, atau setengah dari waktu pesawat komersial bermesin turbofan.

Dan ternyata, Boom bukan hanya investasi perusahaan China saja, tapi juga perusahaan penerbangan terkenal Inggris, Virgin Atlantic Airways. Perusahaan milik milyarder Ingggris Sir Richard Branson tersebut ikut mendanai jet supersonik ini senilai $85 juta (sekitar Rp1,2 trilyun).

Ilustrasi Boom di bandara. dok : Boom/CNN

Sementara C-Trip, penyedia jasa perjalanan online terbesar di Asia, dengan 300 juta anggota, juga menjadi partner utama Boom. “China membuka peluang terbaik untuk penerbangan supersonik baru. Permintaan untuk terbang lebih cepat sangat besar. Masyarakat ingin lebih menghemat waktu daripada duduk membosankan di atas lautan pasifik di pesawat komersial biasa,” kata Victor Tseng, chief commercial officer  C-trip.

“Turis China yang sedang booming, dengan kelas menengah yang semakin banyak, ingin mendapatkan pengalaman terbang lebih cepat, berapapun biayanya,”tambah Victor. Ini menjadi pengalaman penuh petualangan, katanya.

Yang mengejutkan, diam-diam Boom akan terbang perdana tahun 2019 mendatang. “Namun hanya pesawat konsep,” ujar sumber di perusahaan Boom. Bila sukses, akan dimulai dibangun secara massal armada jet supersonik berkecepatan Mach 2,2 atau 2170 km/jam!

Turis Asia akan bisa mencapai Eropa, Amerika atau Australia dengan lebih cepat. “Tahun 2017 ada 130 juta turis China pergi ke luar negeri. Dan tahun ini diperkirakan 10 persen warga China akan bepergian ke luar negeri. Pertumbuhan ekonomi China di masa depan sangat menjanjikan,” ujar Victor.

Artinya, 10 persen saja warga China, akan ada sekitar 220 juta orang, dari sekitar 2,2 milyar penduduk China saat ini, akan akan bepergian ke luar negeri. “Negara-negara di kawasan Asia-Pasifik adalah tujuan paling populer wisatawan China. Salah satu alasan utamanya adalah jarak dan waktu perjalanan yang lebih pendek. Dengan Boom, mereka bisa mencapai benua yang lebih jauh,” katanya.

Ruang kaki lebih luas, di kabin Boom. Foto dok Boom/CNN

Seperti jet supersonik Concorde dan Tupolev Tu-144, Boom mengambil bentuk hampir sama, namun dimensi lebih kecil. Bila Concorde atau Tupolev didesain muat 92 hingga 128 penumpang, Boom hanya memiliki 55 kursi dengan dua seat di kiri dan kanan lorong (satu baris kursi). Namun beda dengan Concorde, karena lebih hemat BBM, tiket Boom malah bisa dijual lebih murah. Lihat saja mislanya dulu tiket pulang-pergi New York-London dengan Concorde sekitar $ 11,000-13,000, Boom hanya akan mengambil $5.000 pada rute yang sama.

“Desain Concorde tidak memiliki teknologi untuk perjalanan supersonik yang terjangkau, tetapi sekarang kami melakukannya,” kata Blake Scholl, pendiri dan chief executive officer Boom Technology, pada CNN Money, tahun lalu.

Dengan biaya yang kurang lebih sama dengan tempat duduk kelas bisnis di pesawat konvensional, Boom tampaknya membidik perusahaan yang mapan, tentu bukan low cost airlines.

Baris kursi di kabin jet supersonik Boom. foto dok Boom/CNN

Dilengkapi kursi dan tempat kaki yang lebih lebar, serta jendela besar untuk melihat lengkungan bumi di ketinggian 55 ribu kaki. Suara ledakan saat melintasi kecepatan suarapun bisa dikurangi, dengan desain  yang modern dan canggih. ‘Hidung’ tetap dibuat panjang, dan sayap lebih lebar untuk memudahkan melibas hambatan suara.

Banyak desain, namun akhirnya ditemukan yang terbaik . “Dengan desain yang tepat, perusahaan mengharapkan Boom menjadi setidaknya 30 kali lebih tenang daripada Concorde,” tulis situs Boom. Kita tunggu sampai uji coba, dan memulai perjalanan “murah” dengan jet supersonik. Dan kita akan mendengar ledakan Boom baru, saat jet komersial terbang melintasi kecepatan suara, seperti saat Concorde lepas landas dari Changi, dan memasuki kecepatan supersonik di atas Selat Malaka, dalam perjalanan Singapura-London, dulu. (yan/CNN)