Boeing : Perhatikan Kegagalan ASI pada Boeing 737 MAX!

Boeing 737 MAX*. Dok : Boeing

Seatlle – Perusahaan Boeing mengingatkan semua operator penerbangan yang menggunakan Boeing 737 MAX8, agar memperhatikan kegagalan Air Speed Control (ASI). Boeing juga memberi instruksi baru apa yang harus dilakukan bila hidung pesawat menghujam ke bawah.

Peringatan itu dikeluarkan Boeing dari markasnya di Seatle, AS, menyusul  jatuhnya Boeing 737 MAX8 Lion Air, PK LQP di Laut Jawa, Indonesia, Senin (28/10/2018). Boeing mengeluarkan bulletin yang berisi peringatan atas bahaya keselamatan menggunakan Boeing 737 MAX8. “Ada potensi kegagalan instrument, khususnya air speed control, yang bisa menyebabkan hidung pesawat menukik, atau stall,” tulis bulletin itu.

Federal Aviation Administration (FAA), lembaga sertfikasi keselamatan penerbangan AS melanjutkan peringatan itu sebagai instruksi wajib, bagi korporasi, pilot hingga teknisi.  Menurut Boeing, investigator melihat penyebab utama kecelakaan Lion Air, yang menewaskan semua 189 penumpang dan awak.  Yakni adanya kegagalan  dari sebuah sensor (pitot) yang memberitahu pilot dan komputer, atas kontrol penerbangan terhadap sudut terbang (angle of attack) pesawat.

Usai air borne, pesawat akan climb dengan sudut yang cukup tinggi. Namun bila terlalu tinggi, bias menyebabkan chaos.  Penyelidikan Lion Air JT610, mengindikasikan kemungkinan sensor atau ASI memberi informasi yang salah ke komputer. Kesalahan ini memicu kesalahan lain, yang berakibat fatal, katanya.

Sensor menunjukkan sudut hidung terlalu tinggi, padahal tidak,  yang menyebabkan respons auto pilot menggerakkan elevator, sehingga membuat pesawat menukik, di saat saat seharusnya terus climb ke flight level  yang aman.

Indikator kecepatan juga menunjukkan kecepatan minimum (padahal tidak juga), sehingga pilot atau auto pilot akan menambah thrust sehingga speed bertambah ke titik yang tidak normal.  Kecepatan tinggi ini ditolak indicator di kokpit, sehingga terjadi kontradiksi alat yang ekstreem, yang pasti membuat pilot atau co-pilot kebingungan.

Boeing mengumumkan peringatan bagi setiap  maskapai yang menggunakan Boeing 737 MAX8, termasuk  apa yang harus dilakukan pilot jika kondisi tersebut muncul. “Jika hidung pesawat menukik,  sulit bagi awak pesawat (pilot & copilot) untuk menahannya,” kata penulis bulletin yang dilansir Boeing itu.

“Boeing memberikan dukungan dan bantuan teknis kepada Komite Keselamatan Transportasi Nasional Indonesia dan otoritas pemerintah lainnya yang bertanggung jawab atas penyelidikan penerbangan Lion Air 610.

Komite Keselamatan Transportasi Nasional Indonesia telah mengindikasikan bahwa penerbangan Lion Air 610 mengalami kesalahan masukan dari salah satu sensor AOA (Angle of Attack), ” tulis bulletin itu.
Boeing melansir OMB (Operasional Manual Book), pada 6 November 2018 kemarin.

“Investigasi terhadap penerbangan Lion Air 610 sedang berlangsung dan Boeing terus bekerja sama sepenuhnya dan memberikan bantuan teknis atas permintaan tersebut dan di bawah arahan pejabat pemerintah yang menyelidiki kecelakaan itu,” tulis amaran itu di akhir bulletin.

Lebih dari 200 Boeing 737 MAX8 kini telah beroperasi di puluhan maskapai di dunia, dari 4000 lebih yang telah dipesa. Di Indonesia, Boeing 737 MAX8  di-operasikan Lion Air dan Garuda Indonesia. Berikut sebuah video simulasi di youtube yang menunjukkan menit-menit penerbangan Boeing 737 MAX8  Lion Air JT610 hingga crash di laut Jawa. (yan/the Seattle News)