Boeing 777X Wing, 2020 Siap Layani Penumpang

Boeing 777-X seri 8 dan 9, dengan warna baru, merah darah. (Image: BoeingCorp)
Boeing 777-X seri 8 dan 9, dengan warna baru, merah darah. (Image: BoeingCorp)

Perusahaan Boeing Corp memacu rancang bangun pesawat berbadan lebar (wide bodi) seri 777, dengan pengembangan di skctor sayap dan mesin. Ujung sayap bisa dikembang, mesin turbofan lebih efesien dan bertenaga, kabin yang lebih luas serta penuh fitur teknologi modern.

Pernah mencoba pesawat berbadan lebar? Pesawat penumpang raksasa paling top tahun ini dipegang Airbus A-380, setelah mendobrak dominasi Boeing 747 yang menguasai pasar pesawat raksasa selama beberapa dekade. Di kelas pesawat komuter, Boeing dan Airbus juga bersaing ketat, antara Boeing 737 dengan Airbus A-320.

Baca: Pesawat Anda Tumpangi Mau Jatuh, Harus Bagaimana?

Boeing tak mau mengikuti Airbus, maka mereka lebih mengembangkan Engine Twins Operation (ETOPs), pesawat kelas menengah antar benua bermesin dua, yang jauh lebih efesien ketimbang bermesin empat, seperti A-380 maupun Boeing 747.

Garis biru khas Boeing, berganti merah pada Boeing 777X. (Foto: BoeingCorp)
Garis biru khas Boeing, berganti merah pada Boeing 777X. (Foto: BoeingCorp)

Boeing 777 seperti milik Malaysia Airlines MH17 maupun MH370 yang jatuh, beberapa tahun lalu, mampu memuat 350 penumpang, atau bahkan hingga 400 lebih bila kursi kelas ekonomi diperbanyak. Kini seri Boeing 777 “diperbaiki” dengan penggunaan sayap dan mesin baru.

Boeing mengaku program Boeing 777X wing terlambat, karena masalah konstruksi sayap baru, hingga mesin produksi General Electric. Sayap tipe baru 777X wing, bukan sekedar wingtips seperti umumnya pesawat modern, tapi ujung pesawat bisa dilurukan atau dinaikkan, untuk meningkatkan daya angkat (lifting).

Baca Juga: Boeing 737 Jatuh Di Cuba, 110 Tewas

Bukan Winglet atau Wingtip, tapi X-wing. (Dok: Aviation)
Bukan Winglet atau Wingtip, tapi X-wing. (Dok: Aviation)

Pemasok mesin GE Aviation memulai uji coba penerbangan mesin jet GE9X baru, yang akan menggerakkan bodi besar Boeing 777X, pekan lalu. Tes penerbangan, dilakukan pada pesawat uji Boeing 747 milik GE, terjadi penundaan tiga bulan karena  masalah pada bilah kompresor mesin.

Musim panas tahun ini, tak lebih dari Juli, diharapkan Boeing 777x sudah bisa diuji coba terbang, dan siap dipasarkan tahun 20202 mendatang setelah dapat sertifikat laik terbang dari FAA.

GE9X, lebih efesien 10 persen dan 30 persen bersih gas buangnya ketimbang GE90. (Foto: GE Tech)
GE9X, lebih efesien 10 persen dan 30 persen bersih gas buangnya ketimbang GE90. (Foto: GE Tech)

“Mesin baru akan segera kita pasang ke badan Boeing 777X, dan awal tahun depan kita siap terbang perdana,” ujar General Manager GE Electric, Eric Lindblad. Dua mesin GE9X, lebih efesien 10 persen ketimbang GE90 yang dipakai pada Boeing 777 seri terdahulu. GE9X juga lebih bertenaga, dan 30 persen lebih baik dalam melola gas buang NOx yang biasanya membuat chemtrail berbahaya di langit.

Hal sama diutarakan jubir Boeing Paul Bergman, “Kita akan uji coba sesuai jadwal, dan 2020 sudah bisa melayani penumpang,” ujarnya. Majalah penerbangan Aviation Week menyebut, masalah GE9X di compressor hanya masalah kecil, dan program sertifikasi mesin untuk Boeing 777X itu tidak akan tertunda lagi. (yan/Reuters/*)