Boeing 737 MaX 8, Pesawat Boeing Paling Laris!

Garuda Indonesia juga pesan 50 Boeing 737 MaX6. dok : Bizzjournal

Seatlle – Boeing mencatat penjualan paling cepat dari seluruh seri 737 pesawat mereka, yakni Boeing 737 MaX 8. Lion telah mengoperasikan 11 pesawat Boeing 737 MaX8, baik di Lion, maupun anak perusahaannya Malindo Air dan batik Air.

Boeing 737 MaX 8 diklaim paling laris karena menggunakan mesin baru LEAP1, yang disebut jauh lebih efesien dan bertenaga dibandingkan saingannya dari Roll Royce mapun Pratt & Whitney.

Mesin turbin gas LEAP 1, yang diklaim lebih efesien dipasang di sayap Boeing 737 MaX8. dok : Safran

Mesin baru ini hasil kolaborasi CFM dengan General Electric (GE) dan SNECMA (Safran) Perancis. Safran adalah produsen propulsi bagi Arianne, roket luar angkasa Perancis. Mesin ini adalah pengembangan mesin CFM56 yang legendaris, yang selama ini digunakan pada hampir semua Boeing 737 seri 300 ke atas.

Vietjet, Vietnam pesan 100 Boeing MaX8. dok : Bizzjournal

Berbagai airlines milik swasta dan Negara berebut memesan pesawat ini. Vietnam (Vietjet) memesan 100 pesawat, dan Garuda Indonesia tercatat memesan 50 Boeing 737 MaX 8, sebagai lanjutan pemesanan Boeing 737-800.

Test Flight Sempat Tertunda Karena Masalah Mesin

Lion atas nama Malindo air adalah maskapai pertama yang mengoperasikan Boeing 737 MaX8 ini, yakni pada Agustus tahun lalu. Kemudian diikuti maskapai penerbangan lain, mulai Kanada, Jepang hingga Vietnam.

Namun ternyata test flight yang dilakukan pada tahun 2015 lalu sempat tertunda karena masalah mesin. Ada komponen turbin, yakni selubung komposit matrix yang terkelupas. Komponen baru ini diklaim membuat mesin lebih ringan dan gas buang yang lebih bersih untuk clean energy. Namun kehandalannya — saat itu — diragukan.

Mesin turbo fan LEAP1B, dipasang di pylon sayap Boeing 737 MaX Lion Air JT610. dok : Safran

Masalah pada mesin LEAP 1A ini berhasil di atasi, dan Boeing 737 MaX8 mendapat sertifikasi FAA pada tahun lalu. Dua turbofan pada Boeing 737 MaX8 yang digunakan pada Lion Air  JT 610 yang jatuh malah lebih baru, yakni LEAP 1B yang telah diperbaharui. Kita tunggu hasil investigasi Boeing dan CFM, yang pasti akan sangat serius atas insiden pesawat baru mereka yang laris manis ini.  (yan/CFM/***)