Binding Problem, Saat Saraf Otak Dikerjai “Hoax” hingga “Setan”

Bagaimana mungkin Anda bisa mengontrol ‘otak ‘ manusia lain? Mungkin bisa, dengan menguasai panca indera, saraf neurologis otak, karena gambaran sesungguhnya belum tentu seperti ‘kenyataannya’. Coba play dan lihat gambar dengan baik, dua dimensi yang jelas berbentuk foto para artis. Namun bila anda melihat ke titik pusat tanda plus (tambah), maka gambar(an) itu akan muncul berbeda.

Otak akan mempersepsikan sesuatu yang sangat jauh berbeda. Ini adalah contoh langsung  “binding problem” dalam ilmu saraf perseptual. Masalah binding ini membuktikan kita tak sepenuhnya bias mengontrol otak kita dalam mempersepsikan sesuatu.

Begitu juga dalam menggabungkan berbagai elemen eksistensi yang akan menjadi pengalaman terintegrasi, bahkan terkadang terpatri dalam jiwa. Padahal persepsinya bias salah! Anda yang menguasai, dan terus menerus (bisa) mengontrol dot (titik) plus, akan mampu mengontrol persepsi manusia lain atas sesuatu.  Masih yakin Anda bebas dari kontrol  serta paling benar dalam mempersepsikan sesuatu?

Binding problem membuktikan satu dari jutaan misteri ilmu saraf dan studi kesadaran otak manusia. Bila para ilmuwan bisa memecahkan masalah binding ini, mungkin akan sangat memajukan pemahaman kita tentang kesadaran neurologis, yang kini justru lebih banyak “dikuasai” para peramal, hipnotiser, pembuat hoax — bila anda telah tertanam persepsi blok atau kelompok –, dukun hingga para motivator dan para peyakin, yang mampu mempersepsikan sesuatu sehingga membuat Anda  sangat yakin, padahal mungkin belum tentu benar (demikian).

Bahkan iklan, billboard, spanduk, televisi dan media sosial yang terus menerus ‘menyerang’ visual anda dengan gambar dan narasi yang sama, akan menjadi binding problem yang mempengaruhi kesadaran neurologis otak Anda.

Melatih kesadaran, kosentrasi,  kesabaran,  nalar, ilmu pengetahuan untuk mengkaji ulang, dan hati nurani yang bersih ( untuk instrospeksi diri),  akan memperkuat otak dalam mis-persepsi,  atau binding problem, sebelum ‘obat’ ilmiah ditemukan para ilmuwan.

(yan/disclose)