Beredar WA Ada Pasien Korona di Aceh, Polisi Buru Pembuat Hoax

Ilustrasi virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi virus Corona. (Pixabay)

Banda Aceh – Tim siber Polda Aceh melakukan pelacakan atas sebuah berita yang tersebar via WA, menyebut ada dua pasien virus Corona di Banda Aceh. Masyarakat diminta tidak mudah percaya dengan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Awalnya sejak kemarin beredar sebuah percakapan WA, yang di-crop lalu beredar di grup grup WA di Aceh. Percakapan itu konon dalam sebuah grup antara Bunda Ayu yang seolah bekerja di RS Meuraxa, yang mengabarkan pada rekan rekannya ada dua suspect COVID-19 di RS Meuraxa. Ia memerintahkan agar teman-temannya selalu memakai masker.

Lalu posting direspons akun Kakak, yang menanyakan kebenarannya, dan dibenarkan Bunda Ayu. Lalu direspon akun bernomor telepon 085277955777 yang menyatakan bahaya, lalu Bunda Ayu melaporkan si pasien telah dirujuk ke RSUZA, dan korban konon baru pulang dari luar negeri.

Tangkapan layar Hoax Corona di Aceh. dok : WA

Lalu ada Bunda Ulan yang menjelaskan bahwa Meuraxa belum ada fasilitas pengobatan pasien Corona, hanya ada di RSU ZA Banda Aceh dan RS Cut Meutia Lhokseumawe.

Tangkapan layar seolah percakapan berlangsung petang hari, tampak agak meragukan. Tapi banyak yang kemudian saling share, entah karena peduli atau senang bisa berbagi cerita, sehingga sempat menghebohkan di media social hingga percakapan di lingkungan social. Namun menjelang malam isu itu meredup, dan banyak yang tidak begitu peduli, sebagian telah menganggap itu sebagai hoax.

Apalagi kemudian pihak rumah sakit Meuraxa lewat akun Instagram resminya membantah kabar tersbut. Berita bunda ayu seolah adanya pasien Corona dirujuk ke RS Meuraxa disebut sebagai hoax, dan tidak ada petugas bernama bunda ayu di RS tersebut.

Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada yang ditanya wartawan mengatakan akan melakukan pelacakan terhadap penyebar hoax terkait virus Corona itu.

Irjen Wahyu Widada, Kapolda Aceh.

“Akan kita lakukan pelacakan, tim siber kita sedang bekerja untuk itu,” kata Wahyu kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (5/3/2020). Wahyu meminta masyarakat tidak menyebar hoax karena bisa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. “Prinsipnya jangan membuat rakyat resah dan gelisah. Tak ada manfaatnya bagi kebaikan, dan siapa yang diuntungkan dari hal seperti? Bahkan semua rugi, masyarakat panik, dan kondisi di tengah masyarakat jadi kacau? Yang untung pasti para penjahat, yang akan mengambil keuntungan dari situasi panic ini,” sebutnya. (red/dtc/***)