Astronom: Oumuamua Pesawat Aliens!

BUMOE 14 Des 2017
Astronom: Oumuamua Pesawat Aliens!

Ahli astronomi terkemuka, Dr Jason Wright dari Pensylvania University, AS akhirnya  menyimpulkan Oumuamua adalah pesawat Aliens, yang mengalami kerusakan mesin sejak ribuan tahun lalu. Benda angkasa itu semula diduga komet berbentuk cerutu.

Hasil ini berdasarkan temuan scanner berteknologi tinggi bersama ilmuwan tenar Inggris, Stephen Hawking. Benda angkasa sepanjang 400 meter dan lebar 80 meter ini melayang dengan kecepatan hampir 300.000 km/jam (Semula diduga hanya 160.000 km/jam).

Dalam blog pribadinya, Dr Wright menulis dugaannya itu berdasarkan kecepatan, bentuk dan analisa bahan. “Jelas bentuk yang ideal untuk mengelana semesta. Kecepatannya memang agak rendah, namun kelihatannya itu sebuah wahana yang telah kehilangan – daya dorong – mesinny,” tulis Wright. Namunia menambahkan, meski mesinnya rusak, namun perangkat radio di dalamnya masih bagus.

“Ini menjadi ide tambahan keyakinan bagi kita mengenai konstruksi pesawat ruang angkasa yang ideal untuk menjelajah alam semesta,” ujarnya. Kini para ilmuwan ingin mengetahui, dari – sistim tatasurya — manakah benda ini berasal.

Teleskop raksasa di Green bank, Virginia Barat tetap akan diarahkan ke benda angkasa tersebut 10 jam per-hari untuk melihat perkembangannya lebih lanjut. Biaya observasi program yang diberi nama “Breaktrought Listen” ini didukung milyuner Rusia Yuri Milner dan pemilik facebook,  Mark Zukenberg.

Nama Oumuamua diberikan karena ‘benda’ angkasa ini ditemukan oktober lalu di unit teleskop di Hawai. Oumuamua dari istilah Hawaii yang berarti ‘utusan dari jauh telah tiba’. “Yang paling aneh bentuk komet atau asteroid di angkasa selalu berbentuk – bebatuan—bulat, atau mendekati bulat. Ini lonjong memanjang belum pernah kita lihat sebelumnya,” aku Wright. Keanehan lain adalah benda langit ini sangat bersih, tidak seperti komet atau asteroid yang kotor oleh awan debu ruang angkasa. “Sangat mungkin terbuat dari perpaduan antara logam dan batu angkasa,” ujar Wright.

Garis lintasan ‘komet’ Oumuamua

Bentuk lonjong seperti itu, sejak lama telah dikaji para ilmuwan sangat ideal untuk menjelajah semesta untuk meminimalkan gaya gesek dan menghindari debu serta gas di perjalanan antar bintang (interstellar). Fakta bahwa belum terlihat adanya mesin yang berfungsi, namun siluet warna merah bisa memungkinkan adanya daya elektromagnetik yang memungkinkan benda ini pernah punya ‘daya dorong’ sendiri.

Begitupun, Profesor Avi Loeb, Profesor Astronomi di Universitas Harvard, menyarankan untuk melanjutkan program Breaktrought Listen dneganhati-hati. “Lanjutkan scanning radio. Dengarkan dneganhati-hati, dan jangan beri respond ulu,” ujarnya pada Dailymail online, Selasa kemarin (12/12/2017). Ia hampir yakin benda ini akan membuat revolusi baru mengenai alam semesta dan cara menjelajahinya.

“Bila ini berasal dari peradaban cerdas, kita bisa belajar dengan cepat dan maju milyaran tahun daripada belajar dari teori. Begitupun, mempelajari benda ini akan mempertaruhkan eksistensi kita. Bila ia dikirim peradaban cerdas di luar sana, kita tetap harus hati-hati dengan kemungkinan mereka niat permusuhan atau eksploatasi mereka atas peradaban kita,” tandas Loeb. (yan/*)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya