Asteroid Tengkorak Dekati Bumi 11 November 2018!

Para astronom mengingatkan, akan datangnya sebuah asteroid berbentuk tengkorak, yang akan melintasi bumi pada 11 November 2018 mendatang. Asteroid berkode TB145 ini pernah melintas dekat bumi pada 31 Oktober 2015.

31 Oktober itu, asteroid tengkorak melintas 300 ribu mil dari bumi, atau hampir sedekat bulan. NASA sendiri menyebut “kedatangan” asteroid ini sangat aneh, selalu dekat perayaan Hallowen di AS, sehingga mereka menjulukinya TB145 “the great pumpkin”.

Asteroid yang juga disebut sebagai “the death comet” ini  pertama kali ditemukan oleh para astronom di Universitas Hawaii di Haleakala, Maui, pada 10 Oktober 2015. Bentuknya yang aneh lebih detil kemudian dipindai oleh Observatorium Arecibo di Puerto Rico.

Gambar radar dari batu angkasa luar angkasa memperlihatkan tiga lubang di satu sisi asteroid, mengingatkan pada dua rongga mata dan rongga hidung.

Asteroid tengkorak yang ditangkap layar radar Observatorium Arecibo di Puerto Rico. dok : NASA

Untungnya, para astronom memperkirakan November nanti  asteroid tengkorak akan melewati Bumi pada jarak yang jauh lebih aman bagi bumi. Asteroid TB145 ini akan melintas sekitar 25 juta mil, atau 100 kali jarak antara Bumi dan Bulan.

Thomas Müller, seorang peneliti di Institut Max-Planck, mengatakan asteroid tengkorak akan melintas pada jarak paling dekat dengan bumi pada 2088 mendatang.  “Pertemuan pada 2015 adalah pendekatan terdekat dari sebuah objek sebesar itu sejak 2006. Namun ada asteroid lain yang akan melintas paling  dekat ke bumi pada  7 Agustus 2027, kemudian 99942 Apophis akan menyusul pada 13 April 2029 yang akan lebih dekat dari jarak bumi ke bulan,” sebutnya.

Sebelum Asteroid TB145 melakukan pendekatan ke Bumi, NASA memperkirakan setidaknya delapan asteroid akan melintas dekat bumi (Earth Close Approaches), antara saat ini hingga  7 November mendatang.

Ratusan ribu benda langit akan melintas garis edar bumi setiap detik, menit dan jam. Namun umumnya mereka kecil, hancur saat memasuki astmosfir bumi. NASA hanya mengkhawatirkan benda langit yang cukup besar. Benda dengan diameter satu meter saja, bila berbenturan dengan bumi sama dengan 1000 kali bom atom, yang bisa menghancurkan sebuah pulau besar. NASA mengakui, tak bisa memantau semua benda langit – jutaan – yang meluncur ke dekat bumi, sehingga sebagian “menyelusup” dan membuat ledakan dahsyat, seperti yang terjadi beberapa tahun lalu di Tunguska, Rusia. (yan/Express)