Astaga, Teroris Surabaya Pakai Bom “Biang Setan”!

Gereja santa Maria Surabaya, yang di bom teroris wanita. Foto : dok lip6

Surabaya – Bom sejumlah gereja di Surabaya dan bom Rusunawa Sidoarjo, menggunakan bom jenis TATP (triaceton triperoxide). Di dunia internasional bom jenis ini dijuluki  ‘The Mother of Satan‘, Biang Setan! Senyawa TATP yang digunakan akan menjadi bom yang memiliki daya ledak sangat tinggi. Teroris menggunakannya di hampir seluruh bagian dunia, mulai Timur Tengah, Eropa hingga di Indonesia. Bom Thamrin, Mal Alam Sutera, Kampung Melayu, Jakarta, hingga kemarin, Surabaya.

Polisi mengaku TATP jenis bom yang gmpang dibuat, tapi sangat sensitif dan tidak stabil. Bila berhasil, bom ini memiliki daya ledak sangat tinggi (high explosive).

Bentuk senyawa kimia TATP ini berupa serbuk dengan butiran seukuran gula pasir. TATP ini memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap suhu udara di atas 86°C, gesekan benturan dan aliran listrik. TATP tidak larut dalam air dan baunya menyerupai aseton. Velocity of detonate (VoD) TATP mencapai 5.300 m/s.

Pada September 2017, ‘Mother of Satan’ meneror Paris, Prancis. Bahan bom ini ditemukan dalam sebuah apartemen di Villejuif, pinggiran Paris pada Rabu (6/9/2017) waktu setempat.

Teroris yang beraksi di Brussels, Belgia, tahun 2016 pun diduga memakai ‘Mother of Satan’. Sebanyak 31 orang tewas dan 300 lainnya luka-luka pada teror yang terjadi di bandara Brussels pada Selasa (22/3/2016).

Dua teroris,Ibrahim El Bakraoui (tengah) dan ahli peledak Najim Laachraou (kiri), tertangkap cctv sebelum melakukan bom bunuh diri di Brussel, Belgia menggunakan highly-volatile explosive yang serupa triacetone triperoxide (TATP). (Foto dok: Daily Mail)

“Saking bahayanya, dinamakan ‘The Mother of Satan’ karena daya ledaknya tinggi,” kata Kapolri. ‘Mother of Satan’ pertama meledak di Gereja Santa Maria Tak Bercela pukul 06.30 WIB, Minggu (13/5). Bom itu diledakkan 2 putra teroris Dita Oeprianto (48), YF (18) dan FA (16) yang berboncengan mengendarai sepeda motor. Selain pelaku, ada 5 warga yang jadi korban jiwa.

Bom kedua meledak di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Surabaya yang terletak di Jl Diponegoro pukul 07.15 WIB di hari yang sama. Bom itu diledakkan oleh istri Dita, Puji Kuswati (43) yang mengajak 2 putrinya yakni FS (12) dan FR (9). Mereka sebelumnya diantar oleh Dita dengan mobil. Tak ada warga yang jadi korban jiwa dari ledakkan ini.

Bom ketiga yakni diledakkan sendiri oleh Dita di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya pukul 07.53 WIB. Dita meledakkan bom dengan menabrakkan mobil ke gereja tersebut. Ada 6 warga yang jadi korban jiwa.

Selanjutnya adalah bom yang meledak di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. Bom itu meledak saat penindakan oleh Densus 88. (*/dtc/**)