Astaga! Boeing 737-800 Kena Rudal di Cockpit!

Bagian "cockpit" yang tersisa. foto : AFP

Teheran – Penyidik Utama Ukraina terkejut dengan kenyataan, pesawat komersial Boeing 737-800 Ukraine Airlines terkena tembakan rudal tepat di bawah kokpitnya. Kedua pilot diyakini tewas saat pesawatnya terkena rudal!

Penyidik menemukan setengah badan cockpit hilang, saat pesawat yang membawa 176 penumpang dan awak itu jatuh ke bumi. Pesawat diterjang misil SA-15 tiga menit usai lepas landas dari Bandara Khomeini di Teheran.

Iran Tembakkan Rudal Ke Pangkalan AS di Irak
Ilustrasi Iran Tembakkan Rudal Ke Pangkalan AS di Irak.

“Bagian cockpit itu menunjukkan bagian di mana rudal menghantam pesawat,” kata Oleskiy Danilov kepada BBC. Itu sebabnya, kata dia, pilot tidak memberikan mayday, atau peringatan ke bandara asal. “Karena ia sudah tewas sebelum sempat berbuat apa-apa,” katanya. Rumor pesawat sempat berbalik arah menurutnya juga palsu, sebagai bagian upaya Iran  menutupi kesalahan fatalnya.

 

Boeing 737-800 milik Ukrainan Airlines.(Foto: GettyImages)
Boeing 737-800 milik Ukrainan Airlines.(Foto: GettyImages)

“Setelah Iran memberi kami akses memeriksa puing, tim penyidik kami terus memberi informasi apa yang terjadi. Ini mengerikan, setelah kami memahami apa yang terjadi pada pesawat kami itu,” katanya.

Berita Sebelumnya: Iran Akui Tembak Boeing 737-800 Ukraina!

Kendaraan peluncur rudal SA-15, yang menembak pesawat Boeing 737-800 Ukraina oleh militer Iran, rabu (8/1/2020) malam. (Foto dok: Kupol JSC/Rusia)
Kendaraan peluncur rudal SA-15, yang menembak pesawat Boeing 737-800 Ukraina oleh militer Iran, rabu (8/1/2020) malam. (Foto dok: Kupol JSC/Rusia)

Pesawat lepas landas Rabu (8/1/2020) malam, dan jatuh dari ketinggian 7000 kaki, meninggalkan bola api besar dan menjadi puing kebakaran usai jatuh ke bumi. 176 penumpang dan awak tewas. Jatuhnya Boeing itu sempat menimbulkan spekulasi selama tiga hari, sebelum akhirnya Irang mengakui militernya telah menembak pesawat penumpang itu secara “tidak sengaja”.

 

Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan penyelidikan militer terhadap tragedi itu menemukan “rudal ditembakkan karena kesalahan manusia”, dan menyebutnya “kesalahan yang tak termaafkan.”

Lihat Juga: Mahasiswa Iran Demo: “Khamenei Pembunuh!”

Dubes Inggris untuk Iran, Rob MCaire. (Twitter)
Dubes Inggris untuk Iran, Rob MCaire. (Twitter)

Selain protes Ukraina, Kanada hingga Inggris, mahasiswa Iran turun ke jalan minta segenap pejabat utama di sipil dan militer mundur, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Demo yang berlangsung sejak Sabtu (11/1/2020), memicu ketegangan baru, usai pemerintah Iran menangkap Dubes Inggris untuk Iran, Rob  Mcaire, dengan tuduhan memprovokasi massa. Rob sendiri membantah ikut aksi demo,  “Saya tidak ikut  dalam demonstrasi apa pun di Iran,” tulis Macaire di laman Twitternya.

 

Ia hanya mengaku pergi ke sebuah acara peringatan bagi korban tragedy bertagar # PS752, nomor penerbangan Boeing 737-800 Ukraina naas itu.(yan/News.com.au/AFP)