Astaga, Asteroid Besar Nyaris Tabrak Bumi!

BUMOE 21 Jan 2018
Astaga, Asteroid Besar Nyaris Tabrak Bumi!
Ilustrasi asteroid. (Shutterstock)

Jumat Kemarin (19/01/2018), Asteroid BD 2018, berukuran 3 hingga 5,5 meter melintas lebih dekat dari bulan, ke planet bumi kita. Adalah Catalina Sky Survey, yang kebetulan menemukan asteroid itu, Sabtu. Asteroid melintas pukul 03:24 sore hingga 23.43 malam, 19 Januari 2018. “Ini ke tiga kalinya sebuah asteroid melintas dekat bumi, antara orbit bumi dan bulan,” ujar seorang pengamat.

Asteroid BD2018 ini melintas hanya 24.168 mil (38. 895km), tujuh jam sebelum ia ditemukan Catalina Sky Survey. Herannya, NASA tak mendeteksi kedatangan asteroid yang bisa menghancurkan satu Sumatera, bila ia jatuh ke bumi.

Lintasan asteroit. (Google Image)

Lintasan asteroit. (Google Image)

NASA bahkan menyebutkan potensi berbahaya pada Februari, tepatnya 4 Februari 2018. Saat itu, Asteroid yang diberi nama 2002 AJ129, selebar 1,1 km—lebih besar dari gedung Burj Khalifa di Dubai—akan mendekati bumi pada jarak kurang dari 4 juta kilometer!

NASA mengingatkan, semua benda angkasa yang melintas dekat bumi kurang dari 7 juta kilometer, akan berbahaya bagi planet kita. Apalagi, kecepatan asteroid raksasa ini mencapai 110.000 km/jam, atau 110 kali kecepatan suara!

NASA telah lama merancang sebuah pesawat, atau lebih tepat disebut rudal luar angkasa, yang akan ditabrakkan ke asteroid yang dinilai berpotensi bahaya bagi bumi. NASA menilai tidak ada ancaman besar dari asteroid hingga 2024 mendatang. Persoalannya, kenapa 2018 BD tidak terpantau NASA? Padahal ukurannya cukup besar juga.

Pesawat atau rudal yang diberi nama project: The Double Asteroid Redirection Test (DART) selain untuk menghancurkan, juga bisa digunakan untuk menggeser orbit si asteroid, atau memperlambat kecepatannya.

Februari  2013 lalu, sebuah meteor selebar 19 meter, meledak di langit di atas Chelyabinsk di Rusia saat memasuki atsmosfir bumi, menghancurkan gedung-gedung dan melukai lebih dari 1000 orang. Ledakannya di ketinggian lebih 5000 kaki setara dengan ledakan 500.000 ton TNT.

Entah bagaimana bila meteor itu meledak saat mencapai daratan. Setiap hari, kita ditimpa ratusan ribu meteor kecil, berukuran milimeter yang selama ini kurang berdampak pada (kerusakan) kehidupan manusia. Hanya satu dua yang berukuran beberapa mili hingga sentimeter saja yang pernah menyebabkan rumah atau gedung rusak ringan.(yan)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya