AS Minta Indonesia Serahkan Kapal Layar Jho Low

Kapal layar mewah (super yacht) milik Jho Low, yang ditahan Polri. Foto : dok Metro.tv

Washington DC – Kapal layar mewah yang ditahan Polri, Equanimity yang bernilai AS $ 250 juta (sekitar Rp 3,5 trilyun) milik Low Taek Jho (Jho Low) diminta diserahkan ke otoritas AS, menyusul akan dibukanya kembali kasus 1 MDB. Kapal itu diduga kuat berkaitan dengan korupsi 1MDB semasa PM Najib Razak.

Kapal layar mewah itu disita Polri atas permintaan FBI sendiri. Kapal layar itu termasuk bagian asset sejumlah AS $1,5 juta (Rp 21 trilyun) yang diduga diselewengkan Jho Low dan rekan-rekannya dari dana 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Jho Low sendiri telah menghilang sejak kapal layarnya ditahan, dan kini menjadi buron paling dicari di Malaysia, bahkan dunia.

Swiss, AS, hingga Singapura telah menyatakan dukungan untuk membantu pemerintah baru Malaysia mengungkap kasus mega korupsi yang merugikan negara Malaysia jutaan dolar AS.

Pemerintah baru Malaysia, Pakatan Harapan, di bawah kepemimpinan PM Mahathir Muhammad, berjanji akan menuntaskan kasus mega korupsi, yang diduga juga melibatkan bekas PM Malaysia, Najib Abdur Razak. Najib sendiri telah dicekal tidak diperbolehkanke luar Malaysia. (yan/*)