AS Kini Pimpin Kasus COVID-19 Terbanyak!

Kota New York lockdown
Warga AS memakai masker di tengah kota New York yang di lockdown. (Foto GettyImage)

New York – Di tengah tudingan China Virus Corona dibawa tentara AS ke China, tahun lalu, namun AS kini justru mencatat kasus COVID-19 terbanyak di dunia, yakni 82.404 kasus! Di rurutan kedua China kini tinggal 81.782 kasus, dan Italia di urutan ke tiga dengan 80.589 kasus.

Meningkatnya kasus di AS diyakini karena banyak warganya yang abai, dan tetap melakukan kegiatan di luar rumah, seperti pesta pantai hingga bar dan restoran yang tetap buka. Baru dua hari lalu New York melakukan lockdown, diikuti kota kota lainnya di AS. Namun warganya banyak yang tetap meremehkan kasus Corona Virus.

Baca juga: COVID-19 Gabungan Virus Pada Trenggiling dan Kelelawar!

Namun Trump menampik kasus warga terinfeksi virus terbanyak di AS. “Anda tak tahu kasus sebenarnya di China,” ujarnya membela diri. Ia mengaku akan menelpon Presiden China, Xi Jinping, untuk membahas pandemi global ini. “Hubungan kita tetap baik,” kilahnya.

Namun diakuinya ada “pertikaian” antara keduanya ketika seorang pejabat kementerian luar negeri China mengembangkan teori konspirasi, bahwa COVID-19 dibawa tentara AS ke China saat olimpiade militer di China, tahun lalu.

Negara terbanyak warganya terinfeksi COVID-19. (news.com.au)
Negara terbanyak warganya terinfeksi COVID-19. (news.com.au)

“Tidak, (virus) itu memang berasal dari China,” tegasnya. “Mereka tak punta bukti atas tuduhan itu,” tambahnya. Kini beredar teori penderita pertama, yang disebut sebagai pasien 0 Covid-19 adalah seorang tentara AS.

Trump sendiri sering menyebut COVID-19 sebagai “virus China”, sehingga menimbulkan kemarahan koleganya, Presiden Jin Ping. Pertemuan Trump dengan Jin Ping juga sedang dirancang, akibat ancaman resesi ekonomi dunia pasca kasus COVID-19 menjadi pandemi global.

Lihat Juga: COVID-19 Telah Diramalkan Nostradamus, Tahun 1555!

“Saya tak tahu apakah Presiden Jin Ping mau bertemu, atau ia akan menunggu November saat pemilu nanti,” kata Trump menyindir. Ia akan bertarung kembali sebagai kandidat Presiden AS pada November mendatang, dengan saingan utama Joe Biden dari Partai Demokrat.

“Mungkin saja Jin Ping akan menunggu sampai Joe Biden terpilih. Ia (Joe Biden) akan menjadi partner terbvaik Beijing dalam negosiasi,” ujarnya, percaya diri.(yan/news.com.au/***)

Baca berita negara Amerika lainnya. Ikuti berita Covid-19.