Aneh? Cahaya Matahari Terbelah di Gunung Sindoro

BUMOE 08 Agu 2018
Aneh? Cahaya Matahari Terbelah di Gunung Sindoro
Cahaya terbelah di gunung Sindoro. Foto dok : facebook

Wonosobo – Keanehan langit merebak di media sosial sejak Selasa (7/8/2018), yaitu cahaya matahri yang seolah membelah langit jadi dua bagian. Penampakan itu terjadi di Gunung Sindoro, Jawa tengah, dan ditafsirkan beragam oleh para netizen.

Penampakan sinar matahari terblah di Gunung Sindoro itu diunggah akun Instagram @emi_lefy. Terlihat langit seolah terbelah oleh cahaya  gelap di tengah, dan terang di sisi kanan dan kiri gunung Sindoro.
Emi Lestari sendiri tak menyangka fotonya bakal viral. Ia sendiri mengaku belum pernah menyasikan fenomena alam seperti itu sebelumnya. Emi mengatakan foto itu dia ambil pada Senin (6/8) pagi pukul 06.21 WIB. Dia mengatakan penampakan cahaya itu sudah muncul sejak pukul 06.15 WIB.

“Kalau pukul 06.00 WIB di Wonosobo kan masih gelap, belum kelihatan cahaya mataharinya. Itu pukul 06.15 WIB sudah kelihatan gradasinya. Foto saya ambil pukul 06.21 WIB,” ujarnya.
Emi mengaku tak mengedit foto itu, dan mengabadikan karena ia sendiri takjub dengan penampakan alam sepeti itu.

Cahaya terbelah dari sisi lain. dok ; facebook

“Kayak ada benda kita senteri, yang nggak kena cahaya kan kena bayangan gelap. Jadi yang nggak kena cahaya kan item kayak nggak ada awan, terbelah,” kata guru SMP Batumalang itu.
Emi menambahkan cuaca waktu itu sedang dingin-dinginnya. Apalagi di Dieng sedang muncul embun upas atau embun es. “Cuaca lagi dingin, di Dieng suhunya sampai minus dan muncul embun upas. Di kota juga (suhu) 15-16 derajat, malam 12 derajat,” tuturnya.

Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Emanuel Sungging menjelaskan fenomena ini terjadi karena cahaya matahari terhalang gunung. Dia juga menambahkan masyarakat tak perlu panik dengan fenomena alam ini.

“Cahaya matahari terhalang gunung aja, cuma kebetulan cahaya matahari kehalang gunung. Itu bayangan, itu hal yang biasa, efek optis biasa,” terang Sungging. Benarkah? (detik.com/fb)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya