AKKA, si ‘Gerbong’ terbang!

Akka, si gerbong terbang. Foto dok Akka tech.

Paris – Bisa membayangkan Anda naik gerbong, lalu terbang di angkasa pada kecepatan lebih 1000 km/jam? Kemungkinan besar hal itu akan terwujud di tahun 2100 mendatang, saat Akka Technologies merealisasikan konsep “kereta api’ terbang mereka.

Di antara berbagai teknologi pesawat terbang, yang akan berkembang seperti drone, pesawat komersial bertenaga listrik, hypersonic Mach 5, Akka akan menjadi salah satu terobosan penting di tahun 2100 mendatang. Konsep gerbong terbang ini sebenarnya sudah diriset sejak tahun 2000, dengan ide dasar keselamatan penerbangan! Lho?

Iya, bila mesin atau pesawat bermasalah, gerbong bisa dilepas dan diterjunkan terpisah dengan parasut raksasa. Turun dengan aman ke bumi, tentu saja bersama seluruh penumpang di dalam gerbongnya.

Ide lain adalah, gerbong itu terkoneksi juga dengan lokomotif di jalur kereta api, sehingga bila anda akan meneruskan perjalanan via darat, tak perlu turun, namun langsung ditarik oleh lokomotif ke kota tujuan. Saat itu, tentu saja fungsi imigrasi sudah digantikan penala komputer atau robot, yang bisa menscan identitas penumpang dan mengirimkannya ke pusat informasi negara. Jadi tak perlu repot repot menurunkan barang, membeli tiket kerata api atau MRT atau mencari taksi di bandara!

“Ini era baru, setelah mobil listrik auto pilot, kita ingin penumpang lebih aman, nyaman dan sampai ke tujuan , bila perlu ke halaman rumahnya langsung,” ujar CEO Akka, Maurice Ricci kepada Bloomberg, saat diwawancara di Paris, pekan lalu.
Tak main-main, Akka bekerja sama dengan Airbus, Renault, dan Dassault Eropa untuk menawarkan solusi teknologi untuk layanan transportasi canggih ini. Airbus mengurus penerbangan, mulai desain aerodinamika pesawat, Renault mengurus gerbong yang bisa menjadi gerbong kereta api bahkan bus auto pilot, dan Dassault mengurus turbin gas atau mesin penggerak kendaraan futuristic ini.

Memang, Akka masih terjerat peraturan perpindahan penumpang di bandara, bukan soal teknologinya. Karena itu, Akka menyarankan bandara di negara yang ingin didarati pesawat ini kelak, memiliki jalur khusus bagi penumpang dengan pemindaian retina, buka pemeriksaan manual KTP atau paspor dan Visa lagi seperti yang berlaku selama ini!

Pesawat ini dirancang memiliki 162 tempat duduk, persis kapasitas Airbus A-320. Pesawat dirancang bersayap Delta, untuk menembus kecepatan suara. Namun tahap awal mesinnya dirancang hanya akan dipacu pada kecepatan Mach 0,78, atau sama seperti kecepatan pesawat komersial saat ini, sekitar 800 km/jam.  Pesawat ini juga akan terbang pada ketinggian jelajah sama dengan pesawat komersial sekarang, 32 -41 ribu kaki di atas permukaan laut.

Konsep ambisius ini diperkirakan akan memangkas waktu bagi penumpang untuk mencapai tujuan, lebih aman dan nyaman. Namun diperkirakan akan menggulung usaha transportasi dari bandara ke pusat kota, seperti Kereta Api, bus dan taksi. Negeri kita rasanya belum siap untuk – transportasi – futuristic ini. (yan/Popular Mechanic)