AFX Langsa 2018, Terguling Di Bukit Damar!

Ketua team survey Ipay Fadzilla, kelelahan di trek AFX 2018. foto dok team survey

Langsa – Team survey  Aceh Forest Xplorer (AFX) 2018 lintang pukang menyelesaikan survey akhir event offroad akbar di Langsa, Aceh Timur yang akan berlangsung 31 Oktober – 3 November 2018 mendatang. Dua unit FJ40 full modifikasi harus berkali kali terjerumus hingga terguling di trek.

“Kondisi trek cukup extreme, bahkan di akhir trek memasuki BC (base camp) 3 kawasan Bukit Damar kami berdua bergantian terguling,” kekeh Ipay, panggilan akrab Fadzilla Antaher, dari IOX Aceh yang juga ketua team survey.

Unit yang terbalik parah (klontang – bahasa offroad), adalah Toyota Hardtop FJ 40 milik Saiful Kencana, alias Ipol Langsa, saat turunan tajam sekitar 100 meter di Bukit Damar. “Ban seperti terkunci, padahal dilepas begitu saja. Kondisi trek memang cukup berlumpur dan lubang di sana sini,” tambah Ipay.

Ketua team survey AFX 2018 Ipay Fadzilla kelelahan di trek, sama dengan kondisi unitnya. foto : istimewa

Begitupun, ia berjanji trek akan mengasyikkan dan aman dilalui, apalagi dengan skill expert  yang dimiliki para offroader dengan unit andalan mereka dari berbagai daerah di Aceh , Madina, Padang Sidempuan dan Medan, Sumatera Utara hingga Bukittingi, Sumatera Barat ini.

Event yang digagas  Extreem Langsa  didukung Walikota Usman Abdullah SE ini akan berlangsung selama empat sampai lima hari, dengan start dan Finish di Kota Langsa, dengan  jalur  lebih kurang 80 km. “Ada jalur sepanjang 11 km yang belum pernah diterobos. Ada tiga BC, dengan handicap sedikit expert di beberapa  handicap harus triple line,” ujar Ipay.

Ia menyarankan ground Anchor dibawa, selenoid winch disarankan water proof, “ Karena sebagian trek juga ada rawa-rawa, jadi kita ngewinch di dalam air,” ingat Ipay dan Saiful Kencana. Trek V ada tujuh buah, sebagian rawa dengan  lumpur dalam. “Sebaiknya peralatan dan ada pelindung alat anti air, karena kita pasti main basah dan berlumpur,” tambah Ipay.

Tejerembab ke lubang besar karena menghindari jurang dalam. foto : istimewa

Sejauh ini panitia mencatat 67 peserta dari Banda Aceh, Bireuen, Bener Meriah, Takengon, Langsa, Medan, Madina, Padang Sidempuan hingga Bukit Tinggi. Bahkan saat catatan terakhir, jumlah unit peserta mencapai 72 kendaraan offroad.  Safety First.. then, Go..Go ..Go! (yan)