3x 24 jam, Pesawat Dilarang Terbang di Atas Suriah!

BUMOE 12 Apr 2018
3x 24 jam, Pesawat Dilarang Terbang di Atas Suriah!
Flight radar24

Badan pengendali lalu lintas udara utama Eropa, Eurocontrol, memperingatkan pesawat komersial agar tidak melintas di atas wilayah udara Suriah, karena serangan rudal AS dan sekutunya  akan dimulai dalam tempo 3×24 jam ke depan.

“Serangan rudal akan menggangu system navigasi pesawat, selain ditakutkan rudal bisa salah sasaran,” kata Eurocontrol. Maskapai di-ingatkan kembali kejadian atas MH-17 dengan 298 penumpang, yang jatuh di Ukraina, 2014 lalu.

Kekuatan militer AS-Sekutu di Teluk. Dok : Daily Mail

Presiden AS Donald Trump dan sekutunya sedang merancang aksi militer  untuk “menghukum” Presiden Suriah Bashar Assad, atas dugaan serangan gas beracun pada Sabtu (7/4/2018)lalu, di kota yang dikuasai pemberontak, Douma.

Juru bicara Air France mengaku langsung mengubah beberapa jalur penerbangan mereka, termasuk untuk penerbangan ke Beirut (Libanon) dan Tel Aviv (Israel). Hal yang sama dilakukan maskapai low cost airlines Easy Jet.

Regulator penerbangan di Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Jerman sebelumnya telah mengeluarkan peringatan terhadap maskapai penerbangan yang memasuki wilayah udara Suriah. Namun dari pelacakan Bumoe.id, hingga pagi Kamis (12/04/2018), terlihat maish ada satu pesawat yang melintas di atas udara Suriah, yakni Qatar Airways, nomor penerbangan QR1395 tujuan Marakesh-Doha.  Namun Boeing 787 Dreamliner ini telah memutar jauh, dan baru berpusing menuju Doha di atas wilayah Suriah Utara-Timur.

Flight Radar24

Banyak maskapai dari Dubai, Qatar tujuan Eropa terpaksa memutar jauh ke atas wilayah Irak dan Turki, untuk memasuki Eropa. Ini pasti beresiko pada borosnya bahan bakar dan jarak tempuh yang lebih jauh.

Seorang juru bicara Lufthansa Jerman Rabu kemarin (11/04/2018) mengatakan, perusahaan penerbangannya menyadari penting peringatan Eurocontrol demi keselamatan penumpang. “Sebagai tindakan pencegahan proaktif, maskapai Lufthansa Group telah menghindari wilayah udara di Mediterania timur untuk beberapa waktu sekarang,” katanya.

Sementara juru bicara Etihad Airways mengatakan, mereka  akan mematuhi peraturan dan terus mengawasi tingkat tinggi kejadian di kawasan itu. “Namun layanan semua tujuan masih ‘beroperasi secara normal,” katanya. (yan/*/Daily mail)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya