26 Meninggal, Seluruh Dunia Dihantui Virus Corona!

Seorang pasien Virus Corona di Vietnam diperiksa intensif. (Foto: EPA)
Seorang pasien Virus Corona di Vietnam diperiksa intensif. (Foto: EPA)

Singapura – 26 orang telah meninggal di China akibat penyakit misterius yang disebut akibat virus Corona. Di Asia, virus itu telah terjangkit di Jepang, Korea, Taiwan, Vietnam hingga yang terbaru di Singapura. Eropa dan Amerika Serikatpun waspada virus asal China ini.

Kemarin, Inggris memeriksa 2000 penumpang asal China, khususnya Wuhan yang masuk ke negeri itu selama seminggu ini. 14 orang didapati berpotensi sebagai pembawa virus corona dan kini telah di karantina.

Menteri kesehatan Inggris langsung bertindak dengan meminta siapapun yang mengidap gejala mirip flu, apalagi pernah ke China untuk di karantina. “Telpon kami, tetap di kamar dan akan diberi konsultasi jarak jauh untuk tindakan selanjutnya,” bunyi release kementrian kesehatan Inggris.

Di China sendiri, virus telah menyebar dimulai dari Kota Wu Han. Di Kota berpenduduk 11 juta jiwa ini, kini tertutup bagi warga untuk ke luar dan masuk kota. Sedikitnya 830 kasus positif terinfeksi virus baru ini. Virus diduga dari makanan daging kekelawar atau ular.

Otoritas China membatalkan semua penerbangan dari Wuhan, sebab virus ini sangat menular, baik melalui air liur, batuk dan sebaran melalui udara terbuka. Begitupun penutupan itu tampaknya terlambat, karena tidak saja di Asia, virus bahkan telah masuk ke Amerika Serikat (1 kasus). Inggris sendiri saat ini waspada penuh, karena banyak penerbangan langsung dari China maupun Singapura ke London.

Grafik penyebaran virus Corona di seluruh dunia per-25 Januari 2020. grafis : DM

Di Asia, virus merambah Thailand (4 kasus), Korsel (2), Jepang (2), Taiwan (1), Hongkong (2), Macau (1), Vietnam (2), dan Singapore (1). Cina sendiri telah memasang semua alat penghenal orang yang terjangkit flu, bahkan menutup sebagian lokasi wisata seperti tembok besar China, Disneyland World di China, serta berbagai arena wisata lain. Perayaan Imlek pun ditiadakan di sebagian kota yang telah tersebar virus. Bahkan dikabarkan tentara telah disiapkan turun ke jalan untuk memeriksa setiap rumah yang memiliki penderita dengan gejala flu dan batuk. (yan/Dailymail/*)