2019: Alaska mencair, Hewan mati dan Menghilang!

Banyak bukit es di Alaska mencair. (Foto: Pixabay)
Banyak bukit es di Alaska mencair. (Foto: Pixabay)

Anchorage – Alaska menjadi bagian terpenting muka bumi bagi pengamatan dampak global warming. Banyak bukit es (iceberg) yang mencair, kenaikan suhu udara hingga burung dan ikan yang menghilang.

Banyak jenis  burung laut mati tanpa sebab, beruang es dan hewan predator lain menyusut drastic populasinya, akibat suhu ekstreem yang berubah ubah di Alaska. Bahkan saat musim dingin di bagian tengah hingga selatan bumi, Alaska justru lebih menghangat!

Ilmuwan: Global Warming Pengaruhi Indonesia! Suhu Naik 2° C

“Walaupun musim dingin sudah tiba, namun tidak dapat disanggah tahun 2019 merupakan tahun terpanas di Alaska,” kata pakar klimatologi University of Alaska, Brian Brettschneider, Jumat (28/12/2019).

Sebenarnya tahun paling panas di Alaska tercatat pada 2016 lalu. Sata itu, suhu rata rata tahunan di sana lebih dari 0 derajat celcius. “Itu pertama kali Alaska mencatat suhu tidak lagi di batas titik beku,” sebut lembaga maritim dan atmosfer Alaska.

Alaska dulu dan kini. (Foto: zeptha.com)
Alaska dulu dan kini. (Foto: zeptha.com)

Suhu pada musim panas meningkat menjadi 32 derajat di beberapa wilayah, termasuk Amchorage. Suhu di kutub menyerupai suhu di khatulistiwa?! Kebakaran hutan memusnahkan pemukiman, membuat banyak warga terpaksa mengungsi, dan pencemaran udara akibat asap kebakaran selama berminggu-minggu.

Baca kisah epik lainnya: Perjuangan Bayi Beruang Es, Epik!

Beruang kutup kelaparan.
Beruang kutup kelaparan. (Foto CNN)

Banyak gunung es mencair, akibat permukaan air laut memanas. “Ini memang dampak perubahan iklim di seluruh dunia. Tapi Alaska adalah wajah bumi yang akan memberi peringatan  bagi seluruh permukaan bumi, bahwa bumi semakin sekarat,” ujar Thorman.

Sementara populasi burung menurun tajam di laut Bering, di mana bangkai hewan itu tampak memenuhi pantainya. “Situasi yang luar biasa pada tahun 2019 ini, akan menjadi petunjuk bagi masa depan Alaska dan bumi. Kita sedang menuju era kepunahan massal,”  keluh Brettschneider.(*/DM)