2018, Tahun Terburuk Dunia Penerbangan Sipil!

BUMOE 30 Des 2018
2018, Tahun Terburuk Dunia Penerbangan Sipil!
Air Niugini ke luar landasan dan masuk ke laut. dok : getty

Lebih 4 milyar penduduk bumi terbang dengan 45 juta flight di seluruh dunia, pada tahun 2018. Namun air safety.net mencatat tahun 2018 menjadi tahun terburuk dunia penerbangan sipil, dengan angka kecelakaan 16 pesawat, yang menewaskan 555 orang.

Catatan Air safety.net  hingga 27 Desember 2018 ini, menjadi rekor terburuk dunia penerbangan sipil, dengan peningkatan kecelakaan maupun jumlah korban hingga 900 persen  dari tahun 2017 lalu. “Tahun 2017 menjadi tahun ter-aman bagi dunia penerbangan, dengan hanya 59 korban jiwa,” tulis Air Safety.net di lamannya.

Bahkan dengan pesawat berteknologi canggih sekalipun, angka kecelakaan malah meningkat 10 kali lipat pada tahun 2018. Contohnya pada kejadian Boeing 737 MaX8 JT610 Lion Air. “Karena itu, Maskapai penerbangan, regulator dan kru harus bekerja bersama untuk memastikan ke-amanan penumpang ke depan. Semoga trend ini tidak berlanjut di 2019,” tulis AS.net.

Berikut di-antara kecelakaan pesawat paling tragis tahun 2018 :

13 Januari – Boeing 727-800, milik Pegasus Airlines flight 8622, ke luar landasan pacu di Bandara Trabzon, Turki. Semua 168 penumpang dan awak selamat, namun pesawat yang terghitung baru ini rusak parah.

11 Februari – Saratov Airlines Penerbangan 703, Antonov An-148, jatuh usai take off dari Bandara Internasional Domodedovo, Rusia. Semua 71 penumpang tewas.

18 Februari – Iran Aseman Airlines Penerbangan 3704, ATR 72-200 dalam penerbangan domestik di Iran, menabrak Pegunungan Zagros yang menewaskan semua 60 penumpang dan 6 awak pesawat.

12 Maret – Penerbangan US-Bangla Airlines 211, Bombardier Q400 dalam penerbangan internasional dari Dhaka ke Nepal, jatuh di Bandara Internasional Tribhuvan. 52 dari 71 orang di dalamnya tewas.

17 April – Southwest Airlines Penerbangan 1380, sebuah Boeing 737-700 dalam perjalanan di Bernville, Pennsylvania, mengalami kerusakan  mesin di ketinggian jelajah. Bagian puing menembus jendela pesawat, membuat tekanan kabin turun drastis. Pilot berhasil mendaratkan pesawat dengan aman di Bandara Internasional Philadelphia. 1 penumpang tewas, 7 lainnya terluka.

18 Mei – Cubana de Aviación Penerbangan 972, sebuah Boeing 737-200/Adv, jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional José Martí di Havana, Kuba. 112 dari 113 penumpang dan awak terbunuh, satu-satunya yang selamat terluka serius.

28 Juli – Air Vanuatu Penerbangan 241, ATR 72-500, ke luar landasan dalam penerbangan dari Tanna ke Port Villa, Vanuatu. 13 dari 43 orang di dalamnya menderita luka ringan.

31 Juli – Aeroméxico Connect Flight 2431, Embraer ERJ-190AR, jatuh dan menabrak kawasan hutan di Durango, tak lama setelah tinggal landas dari Bandara Internasional Durango. Pesawat hancur, tetapi semua 103 penumpang selamat.

10 Agustus – Horizon Air Q400, pesawat Horizon Air Bombardier Dash 8 Q400 yang terdaftar N449QX, dicuri dari Bandara Internasional Seattle-Tacoma tanpa penumpang, dan kemudian jatuh di Pulau Ketron, menewaskan satu-satunya pilot dadakan, atau si pencuri pesawat.

16 Agustus – Penerbangan Xiamen Airlines 8667, Boeing 737-800, mendarat di Bandara Internasional Ninoy Aquino di tengah hujan lebat. Pesawat meluncur dari ujung landasan. Semua 165 penumpang dan awak selamat.

1 September – Penerbangan Utair 579, Boeing 737-800, ke luar landasan pacu dan terbakar ketika mendarat di Bandara Internasional Sochi, melukai 18 orang. 1 pegawai bandara meninggal karena serangan jantung.

28 September – Air Niugini Penerbangan 73, sebuah Boeing 737-800, mendarat di landasan pacu dan tiba di sebuah laguna di Bandara Internasional Chuuk di Negara Federasi Mikronesia. 1 penumpang meninggal sementara 34 lainnya dan 12 awak cedera ringan.

Boeing 737 MaX 8 registrasi PK LQP nomor penerbangan JT610 jatuh di Tanjung Karawang dok : news.com.au

29 Oktober – Lion Air Penerbangan JT610, Boeing 737 MAX 8, jatuh ke laut Jawa, 13 menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta dalam perjalanan ke Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang, Indonesia. Semua 189 penumpang dan awak terbunuh.

9 November – Jamaica Airways Penerbangan 256, sebuah Boeing 757-200, jatuh setelah kembali ke Bandara Internasional Cheddi Jagan, Guyana, setelah mengalami kegagalan hidrolik 45 menit setelah lepas landas dalam perjalanan ke Toronto. Semua penumpang awaknya selamat, namun 1 penumpang meninggal. (yan/news inflight/Wiki)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya